Tampilkan postingan dengan label FEELING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FEELING. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2014

Penjelasan Hasil Tes FEELING EKSTROVERT (Fe)

beni badaruzaman

Penjelasan Hasil FEELING EKSTROVERT
Fe adalah singkatan dari Feeling extrovert. Jika huruf F berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan F adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Fe su- dah menjadi identitas kepribadian. F ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Feeling extrovert adalah jenis kepriba- dian yang berbasiskan kecerdasan emosi atau perasaan yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Ke- pribadian Fe ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan sosial yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan sosial atau disebut Soc-Q (Social Quotient).
Sistem operasi pada tipe Fe berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kanan atau disebut sebagai limbik kanan. Pada limbik kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan abu- abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Limbik kanan abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Fe.
Lapisan yang berwarna abu-abu memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung dendrit lebih sedikit. Kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ lebih malas untuk bergerak melakukan aktivi- tas kecuali ada pengaruh luar yang membangkitkan mood-nya untuk bersosialisasi
Mesin kecerdasan F sesungguhnya identik dengan pernafasan. Mereka memiliki kapasitas pernafasan yang besar. Kapasitas pernafasan yang kuat itu disebabkan karena orang F memiliki mesin yang besar. Mesin itu berupa jantung dan paru-paru yang besar. Dengan mesin yang besar ini orang F dapat memompa oksigen yang lebih banyak ke dalam darah. Tipe Fe lebih bergantung kepada suplai baterai (charger) yang datang dari luar dirinya. Mesin yang besar itu harus dinyalakan dari luar namun begitu mesin menyala maka akan beraksi sedikit menggebu- gebu. Bentuk (konstitusi) fisik orang F secara umum disebut sebagai displastik, karena mesin yang besar tersebut didukung oleh tulang yang kecil sehingga bawaannya terasa berat. Karena mesinnya besar maka bentuk badannya terlihat lebar dan tebal. Akibatnya pada bagian punggung seperti ini lebih sulit digerakkan (disebut displastik). Pada tipe Fe mesin yang besar tersebut ditopang oleh tulang yang lebih kecil. Tinggi badan tipe Fe lebih pendek, sehingga lebih terkesan seperti pendekar (pendek dan kekar). Secara fisik ia dapat menggunakan pernafasan dalam yang bersumber dari paru-parunya. Namun karena charger ba- terainya bersumber dari luar maka tipe Fe memiliki kapasitas perna- fasannya lebih dangkal.
Kekuatan pernafasan karena mesin yang besar tersebut dapat di- gunakan untuk jenis olahraga yang memerlukan stamina jarak jauh dan jangka panjang seperti lari marathon. Juga dengan pernafasan yang pan- jang tersebut secara mental ia memiliki potensi kekuatan mental yang lebih baik. Mampu mendengar bahasa hati orang lain lebih lama. Bah- kan mampu menjaga perasaan dan berempati lebih baik dari orang lain. Atau juga ia seperti memiliki kadar cinta yang lebih banyak, baik untuk mencintai ataupun dicintai. Namun khusus pada tipe Fe kemampuan daya jangkau pernafasan atau mental untuk berbagi perasaan bersifat lebih meluas. Menjangkau gabungan berbagai event jarak menengah atau memberi perhatian kepada lebih banyak orang.
Kematangan emosi tipe Fe disalurkan dengan melakukan kaderi- sasi kepada orang-orang yang disayanginya. Fokusnya adalah menjadi coach bagi orang lain. Menggembleng orang-orang yang disayanginya. Penyaluran emosi seperti ini mendorong ia menjadi seperti king-maker. Mencetak orang supaya menjadi yang terbaik kalau perlu sampai men- jadi raja. Kematangan emosinya lebih suka memberi jalan kepada orang lain untuk terjun memimpin sementara dirinya lebih senang duduk di belakang layar sebagai perintis atau pemilik. Panggilan alamiah tipe Fe lebih senang mendorong orang lain untuk melangkah setinggi-tingginya dengan bimbingannya. Ketika menggembleng ia memang memberi se- banyak yang ia bisa bahkan terkesan menggebu-gebu namun pada akh- irnya ia akan puas jika kadernya berhasil meraih mimpinya. Kelebihan- nya justru kepada kemampuannya membesarkan (magnifying) orang lain. Fase berikutnya ia menikmati pengaruhnya sebagai king-maker atau owner dari usaha yang dirintisnya. Tipe Fe menyukai menjadi tokoh tetapi jenis tokoh yang di balik layar.
Target pribadinya adalah kepada mencetak orang. Selalu berori- entasi kepada orang. Jiwa sosial tipe Fe memang cukup tinggi. Kepedu- liannya selalu ingin memperbaiki kemampuan SDM (sumberdayamanusia) dari masyarakatnya. Panggilan jiwanya sebagai mentor atau coach (pelatih) memberi makna yang besar dalam hidupnya. Ia merasa te- lah mengaktualisasi diri jika ada diantara kader-kadernya yang berhasil meraih mimpinya. Secara kepakaran pun tipe Fe terpanggil untuk men- jadi coach. Bahkan bermimpi menjadi coach yang termahal bayaran- nya. Meskipun begitu kerap kali tipe Fe lebih mengorbankan transaksi pembayaran upah jika aspek penggemblengan SDM nya terasa lebih menantang. Panggilan sosialnya untuk mengangkat SDM ditempatkan lebih tinggi dibanding transaksi komersialnya.
Pengaruh sosial yang menjadi batere baginya terkadang membuat tipe Fe menjadi begitu subjektif ketika mengukur sesuatu. Bahkan ketika ia menjalankan usaha proses kalkulasi bisnis terkadang terabaikan karena menggebu-gebu memperjuangkan apa yang disukainya. Argu- mentasinya kerap kali membawa-bawa pertimbangan sosial, meski se- sungguhnya karena ia suka. Dan letak kesukaannya ini didasari oleh dirinya yang mengukur keberadaannya secara sosial. Jadi kepentingan dirinya di mata sosial dan kepentingan sosial murni dapat beririsan. Ketika sudah suka maka ia akan membuat keputusan yang nekat, berani ambil risiko. Kurang hati-hati mempertimbangkan bahwa pada akhir- nya bisa jadi ia akan menjadi korban demi kepentingan orang lain. Begitulah tabiat dia dalam mengelola keuangan yang terkadang terlalu be- rani melangkah mengambil risiko yang terlalu besar sementara di balik keputusannya masih banyak unsur ketidakpastian.
Kegetolannya membangun SDM justru menciptakan merek bagi dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya untuk membangun tim pe- menang dan organisasi terbaik. Ia justru merasa gagal jika dirinya yang dialamatkan terhadap keberhasilan organisasi. Justru ia merasa berha- sil jika tim dan organisasinya telah menjadi yang terbaik di bidangnya dan bahkan sudah bisa dilepas sendiri menjalankan hasil tempaannya. Panggilan jiwanya selalu menginginkan karya tempaan atau hasil gem- blengannya tertanam dalam pada tim dan organisasi yang digemblengnya.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Fe mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur se- cara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut men- jadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap terse- but adalah: emphathy, tolerant, communicative, listener, symphatetic, persuasive, affectionate, refreshing, considerate, dan guiding (bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Proses belajar yang sesuai bagi tipe Fe adalah mendiskusikan mata pelajaran dengan guru/teman sambil memperbanyak item yang direview verbal. Bagaimanapun tipe F secara umum harus belajar menggunakan telinga. Ia harus menjadi pendengar yang baik. Namun bagi tipe Fe proses komunikasi yang interaktif lebih disukainya karena charger baterainya ada di luar. Dengan demikian diskusi menjadi pilihan terbaik bagi tipe Fe.
Motivasi belajarnya akan terjaga jika ia dipuji oleh orang lain apalagi oleh teman seumurnya. Ibarat seperti perempuan yang ingin belajar maka tipe Fe merasa lebih nyaman jika didampingi orang lain, apalagi jika orang yang mendampinginya adalah orang yang begitu be- rarti baginya. Menyediakan pendamping bagi tipe Fe sekaligus merupa- kan upaya untuk meningkatkan mood belajar .
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu psikologi, komunikasi, diplomasi, humas/promosi. Selanjut- nya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: politisi, eksekutif, lawyer, kesenian, investor, negarawan, trainer/public speaker, administrasi negara, seniman, budayawan,, hubungan internasional, salesman,inspirator, motivator, psikiater, coun- selor, ideolog, personalia,birokrat, aktivis, atlit maraton, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Si adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: merasakan, pernafasan, memimpin, dan mencintai. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan keterlibatan emosi termasuk kemampuan berkomunikasi dari hati ke hati, secara fisik memerlukan nafas yang panjang atau diaplikasikan dalam bentuk memerlukan semangat yang tinggi sehingga bisa bekerja atau bertanding secara marathon, dan memerlukan kharis- ma dan kemampuan kepemimpinan, serta mampu menangkap simpati atau cinta orang lain atau pengikutnya sehingga para pengikutnya atau para pengagumnya tidak merasa cinta bertepuk sebelah tangan.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Fe memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: pendengar seperti ‘sponge’ namun sebenarnya berhati kenyal, peduli orang lain meski abai terhadap satu per satu persoalan orang lain, selalu ada misi baru namun terlalu mudah menyerah, jika sedang bersih hati mudah mendapat ilmu tinggi namun justru jarang membersihkan hatinya, memiliki kepasrahan yang tinggi namun sebe- narnya sikap itu datang dari malas berpikir dan menggampangkan ba- nyak hal. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup de- ngan sendirinya.
Jalur keberhasilannya justru terletak pada sejumlah KADER yang telah berhasil digemblengnya sebagai wadah untuk mengaktualisasikan panggilan jiwanya. Mengkader orang hingga berhasil mengeluarkan energi positif yang besar. Kemistri CINTA yang datang menghampir- inya bersamaan dengan kedatangan sumber energinya mesti disambut dengan suka cita. Jika banyak orang yang mengharapkan digembleng olehnya (didatangi cinta) maka orang Fe harus merespon secara positif (menerima cinta) agar siklus cintanya pada akhirnya membesar dengan sendirinya. Letak keberhasilannya justru sejalan dengan membesarnya siklus cintanya. Bagi orang Fe siklus cinta itu berarti seberapa banyak kadernya yang telah sukses dibina olehnya.

Penjelasan Hasil Tes FEELING INTROVERT (Fi)

beni badaruzaman

Penjelasan Hasil FEELING INTROVERT
Fi adalah singkatan dari Feeling introvert. Jika huruf F berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan F adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Fi su- dah menjadi identitas kepribadian. F ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Feeling introvert adalah jenis kepriba- dian yang berbasiskan kecerdasan emosi atau perasaan yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Ke- pribadian Fi ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan emosi yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan emosi atau disebut EQ (Emotional Quotient).
Sistem operasi pada tipe Fi berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kanan atau disebut sebagai limbik kanan. Pada limbik kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Limbik kanan putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Fi.
Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung dendrit lebih banyak. Kerapatan yang le- bih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam keluar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi seolah tidak berhenti untuk tebar pesona atau memancarkan kharismanya sebagai pemimpin .
Mesin kecerdasan F sesungguhnya identik dengan pernafasan. Mereka memiliki kapasitas pernafasan yang besar. Kapasitas pernafasan yang kuat itu disebabkan karena orang F memiliki mesin yang besar. Mesin itu berupa jantung dan paru-paru yang besar. Dengan mesin yang besar ini orang F dapat memompa oksigen yang lebih banyak ke dalam darah. Tipe Fi terlebih lagi karena ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya menyebabkan Fi seperti memiliki kekuatan emosi yang lebih kuat.Bentuk (konstitusi) fisik orang F secara umum disebut sebagai displastik, karena mesin yang besar tersebut didukung oleh tulang yang kecil sehingga bawaannya terasa berat. Ka- rena mesinnya besar maka bentuk badannya terlihat lebar dan tebal. Akibatnya pada bagian punggung seperti lebih sulit digerakkan (disebut displastik). Pada tipe Fi, karena charger baterenya ada di dalam maka seperti memiliki daya pancar emosi yang lebih kuat. Secara fisik ia dapat menggunakan pernafasan dalam yang bersumber dari paru-parunya.
Kekuatan pernafasan karena mesin yang besar tersebut dapat digunakan untuk jenis olahraga yang memerlukan stamina jarak jauh dan jangka panjang seperti lari marathon. Juga dengan pernafasan yang panjang tersebut secara mental ia memiliki potensi kekuatan mental yang lebih baik. Mampu mendengar bahasa hati orang lain lebih lama. Bahkan mampu menjaga perasaan dan berempati lebih baik dari orang lain. Atau juga ia seperti memiliki kadar cinta yang lebih banyak, baik untuk mencintai ataupun dicintai.
Kecerdasan emosinya membuat ia menjadi matang secara emo- sional dan menjadi kaya hati sehingga mudah berbagi kasih sayang de- ngan orang lain. Faktor-faktor kekuatan emosional inilah yang mem- buat ia merasa terpanggil untuk menjadi pemimpin. Pancaran energi yang datang dari dalam untuk menyebarkan kekuatan emosinya mem- buat ia memang layak menjadi pemimpin. Jika tipe F nya dikemudi- kan dari dalam menjadi tipe Fi akan muncul sifat lebih percaya diri dan seolah bekal kekuatan emosinya tidak habis karena didorong dari dalm dirinya. Hal itu membuat Fi merasa nyaman menjalankan fungsi kepemimpinannya.
Modal kepemimpinannya yang kharismatik dan terpancar dari dalam maka kesehariannya selalu menebarkan pesonanya dan ketika lingkungan sekitarnya menerima kepemimpinannya maka itu sesuai dengan pengharapannya. Aktualisasi dirinya terjadi jika ia memi- liki fungsi kepemimpinan. Bahkan jika ia tidak mendapatkannya ia akan terus akan mencari jalan untuk kemudian dikukuhkan sebagai pemimpin. Pancaran kekuatan emosinya membuat ia disukai banyak orang (populer). Kepopulerannya adalah kelebihannya. Dengan modal kepemimpinan inilah ia menawarkan idealisme baru. Karena biasanya tipe Fi merupakan seorang ideolog yang memiliki pandangan visioner. Sumber ideologinya datang dari kematangan emosinya sejalan dengan jiwa perjuangannya. Kekuatan emosi berarti memahami kedalaman jiwa yang perlu diperjuangkan oleh dirinya dan masyarakatnya. Hal ini- lah yang membuat tipe Fi menargetkan visi tertentu untuk diperjuangkan bersama.
Salah satu jalan untuk memelihara pengaruhnya ialah dengan berkontribusi pada pengikutnya. Sebagai konsekuensi dari kasih sayangnya kepada pengikutnya ia kerap kali mengulurkan tangannya untuk membantu pengikutnya. Akibatnya dalam pengelolaan uang tipe Fi terlihat sangat bossy (seperti juragan). Ia mudah menolong orang lain dengan harapan itu akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin.
Kekuatan kepemimpinan sekaligus menjadi merek dirinya. Ia diberi merek sebagai sosok yang memiliki kepemimpinan yang baik. Untuk memiliki merek seperti ini tidak harus ia secara formal memimpin suatu organisasi tertentu bahkan secara informal merek kepemimpinan itu melekat pada dirinya. Jika tipe Fi tidak memiliki merek kepemimpinan maka ia seperti tercerabut dari akarnya, karena berarti sumber kekua- tan utamanya yang memancarkan emosi kasih sayang ke masyarakatnya berarti macet.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Fi mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn ke sepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: influencing, idealistic, leader, kindful, reflective, popu- lar, convincing, promoter, diplomatic, dan friendship-appeal (bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Proses belajar yang baik bagi tipe Fi adalah menjadi pendengar yang baik meskipun ia begitu tergoda untuk berbicara. Orang Fi suka ngomong dan menebar pesona dengan omongannya. Namun ia akan belajar lebih banyak jika ia mendengar. Maka ketika ia hadir di dalam kelas cukup ia berkonsentrasi mendengarkan penjelasan gurunya. Jika perlu penjelasan itu direkam dengan MP3 dan didengarkan berulang- ulang sampai dia dapat ‘feel’ nya. Karena bagi tipe Fi memang sulit berkonsentrasi dalam durasi yang lama sering terbawa-bawa pada sua- sana emosinya. Hasil rekaman yang didengarkan ulang itu membuat ia mendapatkan gambaran secara keseluruhan. Pendek kata orang F pada umumnya memang harus belajar menggunakan telinganya.
Motivasi belajarnya naik seiring dengan moodnya. Namun be- gitu ia mood maka seperti tidak ada yang menghentikannya. Jika lagi se- mangat akan terlihat semangat sekali namun jika lagi malas maka susah untuk memulai kembali. Oleh karena itu perlu ditempelkan sentuhan emosi setiap ia merasa kehilangan moodnya. Motivasinya yang naik turun tergantung kondisi emosi sesaatnya. Permainan perasaan untuk memelihara tingkat motivasi orang F memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu politik, kepemerintahan, hukum, kesenian. Selanjut- nya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: psikolog, komunikasi, diplomat, humas, promotor, inves- tor, negarawan, trainer/public speaker, administrasi negara, seniman, budayawan,hubungan internasional, salesman,inspirator, motivator, psikiater, counselor, ideolog, personalia, lawyer, birokrat, aktivis, atlit maraton, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Fi adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu:merasakan, pernafasan, memimpin, dandicintai. Artinya juru- san atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang me- merlukan keterlibatan emosi termasuk kemampuan berkomunikasi dari hati ke hati, secara fisik memerlukan nafas yang panjang atau diapli- kasikan dalam bentuk memerlukan semangat yang tinggi sehingga bisa bekerja atau bertanding secara marathon, dan memerlukan kharisma dan kemampuan kepemimpinan, serta dapat mengeluarkan jurus-jurus tebar pesona supaya dicintai lebih banyak orang.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Fi memiliki sisi-sisi diametral seba- gai berikut: semangat tinggi namun dibalik itu ingin dimanja dan diper- hatikan, halus dan lembut namun terkadang menyengat, pemimpin yang berkharisma namun kebiasaaan buruknya mudah tersinggung, penolong namun menghitung nilai balas budi, komunikator yang mem- pengaruhi orang lain namun komitmen terhadap ajarannya lemah, mampu berempati namun terkadang lamban beraksi. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Jalan keberhasilannya ditentukan oleh kemampuannya membuat PLATFORM untuk memperkuat pengaruhnya. Dengan platform itu- lah sosok Fi akan memiliki posisi tawar yang tinggi. Penting untuk di- garis bawahi bahwa platform yang ia bentuk seringkali platform yang diikat secara emosional. Oleh karenanya sejak awal set up platform tersebut harus didisain secara masak-masak agar dapat mewadahi visi yang diperjuangkannya. Tentu saja platform ini akan mudah runtuh jika tidak diberi energi positif yang maksimal. Apalagi jika platform tersebut senantiasa berubah-ubah demi kepentingan pragmatis. Padahal mem- bangun platform visioner itu memakan masa yang panjang. Meskipun orang Fi memiliki kemistri CINTA namun ia mesti mengikat kemistri cinta itu dengan sesuatu yang berdampak jangka panjang. Mengguna- kan kekuatan kharismanya ia harus menebarkan pengaruh, terutama visinya, untuk mendapatkan cinta dari pengikutnya. Oleh karenanya visi itu mesti diberi jiwa (sentuhan emosi) supaya lebih banyak orang yang terikat dengan kepemimpinannya.

Sabtu, 02 November 2013

Mengenal Karakter Mesin Kecerdasan (MK)

beni badaruzaman
Setelah mengetahui letak masing-masing mesin kecerdasan (MK), kini giliran kita akan melihat karakter dari masing-masing MK tersebut. [Perlu diingat jika berbicara jenis kecerdasan, satuannya intel- ligences, jadi lengkapnya menjadi Sensing Intelligences, Thinking Intelligences dan seterusnya. Akan halnya satuan Personaliti Genetik (PG) adalah quotients
  • Sensing memiliki kecerdasan inderawi,
  • Thinking memiliki kecerdasan berpikir,
  • Intuition memiliki kecerdasan indera ke enam, 
  • Feeling memiliki kecerdasan perasaan, dan
  • Instinct memiliki kecerdasan indera ke tujuh. 
Uraiannya adalah sebagai berikut:
  • Kecerdasan S mengandalkan pancaindranya sehingga orang S cenderung praktis, konkrit, dan jangka pendek, sesuai dengan jangkauan panca inderanya.
  • Kecerdasan T mengandalkan pikiran logisnya, hal mana mem- buat orang T objektif, adil, dan efektif.
  • Kecerdasan I mengandalkan indera keenamnya dalam mengam- bil keputusan yang berarti jauh terproyeksi ke depan, menjadikannya orang yang sangat optimistis, jangka panjang, dan terkonsep.
  • Kecerdasan F selalu merujuk kepada perasaannya yang mem- buat orangnya bertenggang rasa, bijak, dan memimpin.
  • Sementara In selalu merujuk kepada indera ketujuh jika akan mengambil keputusan, menjadikan orang In spontan, pragmatis, dan rela berkorban.
Ada tiga istilah indera dalam penjelasan pada lima MK tadi masing-masing: panca indera, indera keenam dan indera ketujuh. Apa perbedaannya? Agar tidak salah pengertian, kita perlu bahas lebih rinci.
Perhatikan contoh ini: Dirut jenis S (mengandalkan keputusan- nya pada panca indera) tidak mau menaikkan targetnya tahun depan karena, menurut penglihatan panca inderanya, daya beli pasar menurun. Sebaliknya Dirut jenis I mengambil keputusan yang lebih optimistis karena hasil proyeksi indera keenamnya (diproses melalui penggunaan otak kanan) meyakini kondisi pasar tahun depan justru akan normal kembali bahkan lebih baik. Tapi Dirut jenis In yang mendapat pengetahuan begitu saja tanpa proses berpikir dari indera ketujuhnya memilih menurunkan targetnya karena menilai pasar tahun depan justru melemah dari tahun ini. Kira-kira kurang lebih begitulah perbedaan ketiga indera tadi di mana panca indera berdasar fakta, indera keenam yang memproyeksi ke depan, dan indera ketujuh yang mengandalkan naluri (atau firasat).

Atau bisa juga diibaratkan seperti ini:
  • S seperti kamera
  • I ibarat detektif dan
  • In layaknya naluri hewan.
Sekarang kita lihat 5 MK berdasarkan Konsep Triune Brain (Paul MacLean).

Menurut neurosaintis McLean otak manusia terdiri atas otak insani, otak mamalia, dan otak reptilia. Berdasarkan konsep ini, otak insani menempati posisi teratas dalam evolusi otak manusia. STIFIn sendiri berpendapat bahwa penyebutan otak insani yang mengesankan bahwa otak ini yang paling berbudaya dan paling tinggi kelasnya dibanding yang lain adalah keliru. Kami tidak sependapat dengan konsep ini. Seperti yang sudah dijelaskan pada sesi sebe- lumnya, setiap kecerdasan memiliki keunggulannya sendiri-sendiri. Tapi kita di sini tidak datang untuk mendebat konsep strata otak McLean.

Otak insani ditempati oleh kecerdasan T dan I. Mereka dengan kecerdasan T dan I memiliki kelas tersendiri karena keduanya memi- liki kesamaan dalam hal intelektualitas. Keduanya sama-sama jago dalam mengatur strategi, tidak mudah didikte, punya prinsip dan pola tersendiri, serta sama-sama keras kepala mempertahankan prinsipnya.

Sedangkan kotak S dan F berada pada strata otak mamalia. Mamalia jenis S berarti tukang makan, sedang mamalia jenis F berarti tukang kawin dan beranak. S dan F adalah sama-sama orang ‘lapangan’, lapangan rumput seperti mamalia. Mereka sama-sama eksekutor yang lebih menguasai arena kerja. Mereka sama-sama lebih tahan banting dibanding mereka yang memiliki otak insani. Orang S menguasai keterampilan teknis operasional, sedangkan orang F mahir dalam menggerakkan orang. Lihat, tipe ini tidak lebih buruk atau tidak lebih rendah kelasnya bukan, meski otaknya adalah otak mamalia.

Strata terendah dalam konsep MacLean adalah otak reptilia yang dimiliki kecerdasan In. Reptil digambarkan sebagai buas, ber- badan besar, tapi otaknya kecil sehingga gampang punah. Seperti halnya reptil, orang In merespon sangat cepat bahkan cenderung spontan apa saja dari lingkungannya. Tidak berpikir panjang, lugu,dan cenderung naif. Keunggulan otak reptilia ini adalah spiritualitas- nya yang tinggi, suka menolong dan berkorban demi kepentingan yang lebih besar. Jadi, sekalipun otaknya, menurut strata McLean, lebih rendah dari otak lain tapi ternyata dialah yang paling memiliki spritualitas tinggi. Jadi masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan bukan?

Coba perhatikan ini:
  • T yang logis dan objektif, cenderung raja tega.
  • I yang kreatif dan konseptor, cenderung a-sosial.
  • S yang dianggap suka bersenang-senang, rajin dan ulet.
  • F yang, upss.., dianggap mata keranjang, eh... malah sangat pandai berempati serta memahami perasaan orang lain.
  • In yang buas memiliki kesalehan tinggi.
Pendek kata, pada setiap MK yang memiliki kelebihan pasti akan selalu diikuti kelemahan pada sisi yang lain sebagai satu paket yang harus diterima sebagai fitrah kesejatian yang sejajar. Kesimpu- lannya, STIFIn mendudukkan tiga strata MacLean sebagai sederajat, bukan sebagai strata yang bertingkat.

Roger Sperry pemenang hadiah Nobel pada tahun 1981 mem- perkenalkan pendekatan otak berdasarkan kuadran, yakni kuadran kanan dan kuadran kiri. Sekarang masih banyak yang beranggapan bahwa otak pada kuadran kanan lebih bagus dan lebih hebat dari yang kiri. Otak kanan dianggap kreatif, fungsional, meruang, fleksi- bel, lebih manusiawi, sehingga dianggap lebih hebat. Banyak buku dan seminar yang diselenggarakan mengenai kehebatan kuadran otak kanan ini. Sebaliknya otak kuadran kiri dinilai cenderung kaku, terkotak-kotak, mementingkan disiplin, membosankan, menjadikan orang ibarat robot. Kami berpendapat pendekatan ini ketinggalan jaman. STIFIn, seperti sudah kami katakan berkali-kali, menganggap bahwa pendekatan otak kuadran kanan dan kuadran kiri memiliki kesetaraan dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing. Orang kanan yang pandai merancang tidak akan maju jika tidak ada orang kiri yang mengerjakannya.

Kemudian salah satu teori turunan dari konsep STIFIn yaitu ten tang Diagonal Produksi dan Diagonal Organisasi.

Kedua diagonal itu menguraikan kesamaan antara dua kecerdasan yang sebenarnya saling bertolak belakang. Diagonal Produksi merupakan persamaan sifat dari kecerdasan S dan I yang sesungguhnya berbeda layaknya bumi dan langit.
S sangat membumi, sedang tipe I sangat melangit.
S jangka pendek dan ‘rabun jauh’, sebaliknya I jangka pan- jang dan ‘rabun dekat’.
Tapi dibalik perbedaan yang sangat tajam itu terdapat persamaan yang juga amat mirip. S dan I sama-sama menyukai terlibat da- lam aktivitas produksi, meski dengan cara yang berbeda.
S membuat, I mencipta. S peniru, I kreator.
Diagonal Organisasi merupakan persamaan sifat dari kecerdasan T dan F. Sesungguhnya T yang raja tega dengan F yang malas mikir berbeda secara diametral seperti arah mata angin: utara dan selatan. Utara lebih dingin, Selatan lebih hangat.
Orang T lebih dingin dan berjarak dengan orang, F lebih hangat dan lebih dekat dengan orang.
Orang T menggunakan kepala, orang F menggunakan hati.
Namun diantara perbedaan yang sangat telak tersebut antara T dan F memiliki persamaan yaitu sama-sama suka mengorganisasi- kan.
Orang T mengorganisasikan dengan kepala dalam bentuk managerialship. T manager
Orang F mengorganisasikan dengan hati dalam bentuk leadership. F leader

Anda pasti bisa melihat perbedaan antara seorang manager dengan seorang pemimpin kan? Manager mementingkan proses dan hasil, pemimpin mementingkan manusia dengan emosinya.

Mengapa STIFIn mengkritisi MBTI karena, antara lain, teori diagonal ini. Berdasarkan teori diagonal ini sebenarnya tidak perlu ada tret/sifat Judging dan Perceiving pada MBTI. Karena Judging itu merupakan sifat utama dari diagonal organisasi dan Perceiving merupakan sifat utama dari diagonal produksi. Artinya Judging dan Perceiving tidak memiliki organ fisik tersendiri, melainkan sekedar persamaan sifat dalam diagonal.

Untuk memahami lebih dalam lagi tentang karakter masing- masing MK mari kita akan lihat sifat paradoks di dalam masing- masing MK.
  • S tahan banting tapi manja. Tipe S jika berjerih payah mengeluarkan keringat hingga banting tulang sekalipun, maka rasa penat dan rasa sakitnyapun cenderung berhenti di urusan fisik semata, tidak sampai dibawa ke urusan psikis atau hati. Namun di balik kekuatan banting tulangnya ini tipe S merasa perlu didukung orang lain. Ia membutuhkan seperangkat sumberdaya dan dukungan konkrit untuk mudah menjalankan tugasnya. Pada bagian inilah orang S kelihatan manjanya dan kurang mandiri.
  • Tipe T adalah mesin profit yang mahir tapi suka terjebak pada hal-hal sepele. Alasan kenapa tipe T bisa diandalkaan jadi pencari keuntungan karena kemandirian dan sistematikanya dalam bekerja. Namun ketika ada tuntutan untuk berpikir besar, tipe T malah menghabiskan energinya pada hal-hal kecil yang remeh-temeh, tidak esensial, teknis, padahal seharusnya ia bicara hal strategis.
  • Tipe I adalah reformis atau pembaharu tapi kurang sadar musuh. Tipe I berjiwa pengusaha dan menyukai perubahan, karena itu ia selalu melihat peluang untuk melakukan perubahan untuk mengimplementasikan konsepnya. Namun terkadang apa yang akan direformasi selangkah lebih cepat dari jamannya atau keinginan banyak pihak. Hal ini membuat orang I sudah melangkah jauh di depan, sementara orang lain tertinggal di belakang. Tipe I tidak memiliki interes untuk membangun platform. Baginya yang penting adalah memperjuangkan ide. Menurutnya ide adalah jalan terbaik untuk melangkah. Hal inilah yang membuat ia tidak sadar bahwa orang lain yang tidak terbawa atau tidak bisa mengikuti kecepatannya menjadi musuhnya. Mereka kecenderung memiliki musuh bukan yang datang dari samping tapi justru datang dari bawah oleh karena arus bawah tidak suka dengan tipe I yang terlalu bersifat vertikal.
  • Sedangkan sifat paradoks pada tipe F, antara lain, adalah visinya jauh ke depan tapi mudah menyerah. Tipe F layaknya seorang ideolog, pemimpin yang visioner, berani menghadapi arus yang melawannya, namun, sayangnya, kegigihannya seperti ‘hangat-hangat tahi ayam’, naik turun mengikuti mood-nya. Ketika ketidakstabilannya itu terbaca oleh lingkungannya mulailah muncul resistensi. Jika resistensi itu berlanjut pada skala yang lebih besar, apalagi jika ditambah persoalan-persoalan lain yang bersifat teknis dan non teknis, membuat ia cepat menyerah.
  • Pada tipe In, salah satunya, adalah generalis tapi tanggung, tidak tuntas. Tipe In memang serba bisa, responsif, cepat tanggap, pragmatis, dan berpikir holistik secara cepat, namun karena persentase pada empat belahan otaknya serba 50% yang membuat ia tidak menjalani pekerjaannya hingga tuntas.
Sekarang kita akan merinci masing-masing tipe kecerdasan. Kita mulai dari gambaran peran otaknya. Masih ingat kan bahwa setiap kita memiliki satu, hanya satu dan tidak lebih, kecerdasan dominan sehingga pada kecerdasan dominan itulah porsi analogis peran otak sebebar 100%. Jadi, pada tipe kecerdasan S dengan sendirinya porsi peran otaknya 100% pada limbik kirinya, sedangkan inferiornya berada pada I yang porsinya hanya sebesar 20%, adapun persentase T dan F-nya masing-masing + 40%; kalau T 45% maka F 35% atau sebaliknya. Mengenai profil keseharian S dapat diringkas dalam sepuluh sifat berikut ini: buktikan!, teliti, perhatian pada detail, menuntut bukti, rajin, pikiran terangkai, mendapatkan hasil, membutuhkan kepastian, suka mencontoh, suka non fiksi, dan kuat ingatan. Sesuai teori Pavlov tentang rangsangan dan hambatan, tipe S memiliki eksitasi tinggi dan inhibisi rendah. Artinya dirangsang dari luar (eksitasi) gampang dan tidak punya halangan (inhibisi) dari dalam untuk beraksi. Itulah kenapa tipe S ini mudah dibentuk, rajin serta berstamina. Kerena rajin dan berstamina itulah atau bugar karena hormon kortisolnya tinggi, tipe S cenderung memiliki keterikatan hubungan dengan harta, dimana ada hormon kortisol disitu ada duit; calon orang kaya.

Sekarang rincian untuk Tipe T. Berdasarkan persentase analogis, maka persentase otak neokortek kirinya sebesar 100%, dimana T berada. Berdasarkan teori menyilang superior-inferior, maka otomatis persentase F yang merupakan kelemahan orang T hanya sebesar 20%. Sedangkan persentase S dan I-nya masing-masing + 40%; atau jika S 45% maka I 35% atau sebaliknya. Lalu seperti apakah profil keseharaian kecerdasan T? Ini dia sepuluh yang paling menonjol: yaitu: “pikirkan!”, logis–rasional, kurang peka, dingin, jaga jarak, tanya data, kritis, tegas tuntut hak, maskulin. Apabila memakai teori Pavlov, maka tipe T memiliki eksitasi rendah dan inhibisi tinggi. Susah dirangsang dan pada saat yang sama punya halangan dari dalam yang besar. Orang ini susah digerakkan dan sulit bergerak sendiri. Kira-kira bisa disebut sebagai super defensif. Inisiatif dan kemandiriannya datang dari pikirannya, tetapi berhitung untuk beraksi. Meski super defensif, namun bertangan dingin, karena yang bekerja bukan ototnya tetapi kepalanya, sehingga cenderung memiliki kerkaitan dengan tahta; ya....calon penguasa.

Kini giliran Tipe I. Porsi peranan otaknya dapat dianalogikan sebagai berikut: Otak neokorteks kanannya yang ditempati I sebesar 100%, kecerdasan terlemahnya adalah S sehingga porsinya hanya sebesar 20%, sedangkan persentase T dan F-nya masing-masing + 40%; kalau T 45% maka F 35% atau sebaliknya. Adapun karakteristik sehari-hari yang ditampilkan tipe ini adalah : “bayangkan!”, gambaran besar, kreatif–unik, abstrak–teoritis, orientasi masa depan, pola beragam, analogi dan metafora, suka alternatif, suka cerita fiksi, hal besar dan strategis. Sementara eksitasi dan inhibisanya sama-sama rendah: Kesimpulannya orang seperti ini susah dirangsang, tapi tidak punya halangan dari dalam untuk beraksi. Dengan demikian tipe I ini hanya akan maju jika punya dorongan dari dalam, misalnya, ia punya mimpi. Apabila sudah terdorong dari dalam, maka tidak ada hambatan baginya untuk menjalankan programnya. Tipe seperti inilah yang sesuai dengan kemistri kata; calon pengusaha. Karena kualitas keputusannya sangat tergantung dari wawasan ilmunya (atau kata).

Sekarang Tipe F. Berdasarkan persentase analogis, peran limbik kanan sebagai mesin kecerdasan F-nya sebesar 100%, persentase T sebagai yang terlemah sebesar 20%, sedangkan persentase S dan I masing-masing + 40%; apabila S 45%, maka I 35% atau sebaliknya. Adapun sepuluh profil keseharian F yaitu: “rasakan...”, main hati, berorientasi pada orang, mengukur perasaan, hangat dan ramah, empatik dan simpatik, mudah tersinggung, suka ngobrol, meyakinkan, lembut dan penyayang. Jika memakai teori Pavlov, tipe F sama-sama memiliki eksitasi dan inhibisi tinggi. Mudah dirangsang dari luar tapi hambatan dari dalamnya juga besar terutama datang dari suasana hatinya yang cepat berubah-ubah, sehingga tidak mudah untuk beraksi. Akibatnya tipe F ini lebih mudah jika memanfaatkan potensi yang lain yaitu menebarkan cintanya yang punya stok banyak. Tipe seperti inilah yang cenderung berkemistri cinta; calon pemimpin.

Terakhir, rincian untuk tipe In. Inilah kecerdasan yang serba bisa tapi pada saat yang sama juga serba setengah. Porsi peran otaknya tidak memiliki sisi inferior seperti yang lain, karena selain In yang 100%, empat yang lain semuanya 50%. Adapun sepuluh gambaran kesehariannya: “ayo..cepat!”, spontan, naluri, senang terlibat, pragmatis, generalis, menolong, to the point, temannya banyak, mudah adaptasi, traumatik, pendamai. Tipe In tidak punya eksitasi dan inhibisi yang artinya orang tipe ini spontan, responsif, penolong. Tipe seperti inilah yang berkemistri dengan bahagia; calon pegiat nirlaba.
Lantas bagaimanakah cara belajar yang harus dilakukan setiap mesin kecerdasan? Apakah ada perbedaan cara masing-masing kecerdasan? Perhatian uraian berikut ini: Tipe S yang jago mengingat mesti rajin menghafal. Tipe T yang jago menalar harus rajin membuat skema pelajaran. Tipe I yang jago spasial mesti rajin berkreasi sendiri. Tipe F yang jago auditori harus rajin berdiskusi pelajaran. Dan tipe In yang jago merangkum sebaiknya belajar secara deduktif. Inilah salah satu perbedaan mendasar dari In dengan keempat tipe lainnya, yakni sementara keempat tipe yang lain induktif (dari detil ditarik kesimpulan), In justru belajar dengan cara deduktif (dari kesimpulan diuraikan ke detail).


Minggu, 03 Februari 2013

Lima mesin kecerdasan jika dikiaskan dengan unsur alam semesta

beni badaruzaman

Simbol sidik jari, dan kemistri kepemilikan dapat difahami dari tabel  berikut ini :

SENSING itu ibarat tanah tempat orang berpijak sehingga orang merasa aman. Unsur tanah mencerminkan kestabilan. Meski tanah diinjak-injak ia tetap akan produktif memberi manfaat bagi penghuni di atasnya. Tanah menyimpan kotoran dan mengolahnya menjadi kandungan zat-zat fosil yang berdaya guna menghasilkan tenaga. Tanah terhampar luas memiliki volume kekuatan tenaga fisik yang hebat. Sifat-sifat tanah tadi mirip dengan jempol. Secara fisik jempol paling besar dan memiliki tenaga paling kuat. Ingat di dalam tanah tadi tersimpan banyak harta. Harta lambang kesejahteraan. Orang yang banyak harta perlu diacungi jempol. Orang  S: seperti tanah yang stabil menghasilkan, seperti jempol yang kuat dan ulet, juga memiliki kemampuan untuk mendatangkan dan menyimpan harta

THINGKING itu ibarat besi. Kokoh, tegak, dan tidak memerlukan bantuan benda lain untuk berdiri sendiri. Besi adalah simbol kemandi-rian, ketegasan, dan kepandaian. Besi memang kaku. Faktor kakunya itulah yang membuat besi dipilih menjadi kerangka rumah. Besi merupakan unsur tanah tertentu yang berbentuk butiran, bijian, atau lempengan yang mengandung elemen keras dan padat. Sifat besi terkerangka, kait mengait secara sistematis. Ibarat jari telunjuk, besi mewakili unsur kekuatan. Jari  telunjuk akan mampu menunjukkan kelemahan, ketidak sempunaan, atau kesalahan. Jari telunjuk menjadi pengelola untuk menetapkan pekerjaan atau masalah yang prioritas. Telunjuk digunakan untuk menunjuk atau memerintah. Seperti seorang mandor. Oleh karena itu dominasi jari telunjuk ini adalah dominasi kekuasaan sesuai dengan kemistrinya. Telunjuk kemis-tri pasangannya adalah tahta. Orang T: tegas, mandiri, kokoh seperti besi, memiliki kepandaian menunjukkan kesalahan dengan kepandaiannya, dan diberikan kemampuan untuk memerintah memegang kekuasaan.

INTUITING itu ibarat kayu. Kayu pohon tumbuh dan bergerak vertikal. Kayu pohon tumbuh, hidup dan menghasilkan buah. Kayu seperti tidak pernah berhenti tumbuh ingin mencapai langit. Dan juga kayu tumbuhan indah dan sedap dipandang mata. Jika orang ingin mencari lambang kreativiti maka simbol yang digunakan adalah pen-sil kayu, bukanlah ballpoint. Demikan juga benda-benda kreatif bahkan rumah kreatif dibuat dari kayu. Kayu memiliki kekuatan sekaligus fleksibil-itas. Kayu menghadirkan kreativitas. Jika Anda tinggal di kawasan atau rumah yang banyak pohonnya, maka hawa kreativitas mudah didapatkan. Gerakan kayu yang cenderung bergerak vertikal ke atas seakan mencapai langit, ibarat penuh optimisme sedang melompat mengejar masa depan. Kayu menciptakan kreaTIvitas. Kreativitas lambang kualitas ilmu. Masih ingat dalam ranah keilmuan terbagi tiga kelas: deskripiƞ, analitis, kemu-dian tertinggi adalah sintesis. Sintesa adalah hasil kreativitas. Orang I: optimis, kreatif, berkelas, kuat dan fleksibel seperti kayu, memiliki keindahan seperti jari manis. Jari manis adalah bagian jari yang paling susah digerak-kan, namun bentuknya indah, tempat meletakkan cincin. Sebagaimana susahnya menggerakkan kreativita. Kreativitas adalah ilmu yang paling bernilai. Oleh karena itu orang I, kemistrinya kepada ilmu, kreativitas, ga-gasan, solusi yang diwakili dengan unsur ‘kata’.

FEELING itu ibarat api. Api menyala berkobar-kobar penuh semangat. Api pun mampu membakar benda di sekitarnya. Api ditakuti, disegani, tapi juga diperlukan. Api yang lebih berharga adalah api yang berwarna biru, menghasilkan suhu lebih panas yang stabil. Sedangkan api merah lambang kemarahan yang merusak. Api mampu membakar kayu dan melelehkan besi. Namun api keseharian ada-lah api yang terkadang padam, menyala, padam, dan, menyala lagi. Semangat yang naik turun mengikuti ‘mood’. Api yang menyala berkobar-ko-bar dan panasnya terasa di sekitarnya sebenarnya berasal dari sumber api ang volumenya kecil. Itulah pengibaratan jari kelingking, yang letaknya di  bagian paling pinggir sebelah luar. Jari kelingking walaupun kecil ia bisa mengalahkan jempol. Kecil-kecil cabe rawit. Seperti semut mengalahkan gajah. Mengapa kecil-kecil mampu mengalahkan karena datangnya dari
cinta asmara. Jatuh cinta yang membuat kerajaanpun dapat tumbang.  Demikian juga orang F: penuh cinta, penuh semangat, punya emosi, ter-gantung mood, semua serba berasal dari perasaan. Ibarat kelingking mes-ki kecil mampu mengalahkan yang besar. Kemistri yang dijadikan andalan-nya adalah cinta. Melalaui semangat cinta ia bisa diterima oleh orang lain, oleh masyarakatnya.

INSTINCT itu ibarat air. Air memberikan rasa lega bagi yang dahaga, mem-bersihkan kotoran di sekitarnya, memadamkan api yang mem-bara. Air mengalir ke semua arah, baik lobang besar ataupun lobang ke-cil. Air sungai yang besar seperti air bah bisa juga menghanyutkan dan menenggelamkan apa saja. Air adalah simbol kehidupan, ketenangan, kedamaian, dan kesejahteraan. Sesuai letak jari tengah yang berada di tengah-tengah, air adalah vital diperlukan untuk kehidupan. Air selalu mengalir diantara dua sisi keras yang berada di sampingnya. Air selalu diapit dan air berguna jika diwadahi untuk kemudian dimanfaatkan. Air sanggup berkorban, tidak terlalu mementingkan harga diri jika ia memberikan manfaat bagi sekitarnya. Oleh karena air bukan barang kaku, bukan keteguhannya yang membuat ia bermanfaat tapi alirannya, keberadaan-nya untuk makhluk di sekitarnya. Orang In; mengalir, tenang, mencari kebahagiaan dan kedamaian dengan jalan memberikan manfaat kepada orang lain. Ibarat jari tengah orang In berada di tengah untuk mening-katkan perannya dan berkontribusi lebih besar. Atau ia berada di tengah untuk mendamaikan orang yang bertikai. Atau ia berada di tengah un-tuk menutupi dan melengkapi jika masih ada kekurangan. Atau ia berada di tengah karena kemampuannya yang serba bisa. Air memberi manfaat demi mencari bahagia.

Sabtu, 05 Januari 2013

Taklukan Bos FEELING

beni badaruzaman


Bos ber-Mesin Kecerdasan #FEELING adalah bos yang demokratis, populis, moody, bersahabat, suka delegasi, fokus pada orang. Bila kamu punya BOS seperti itu maka inilah cara menaklukkannya.
Prinsip dasar untuk menaklukkan setiap BOS #FEELING
 
Prinsip dasar untuk menaklukkan setiap BOS #FEELING   adalah selalu masuk melalui Mesin Kecerdasannya (MK). 
  1. BOS #FEELING itu sering mut2an alias moody, jadi harus pandai tentukan kapan ajukan proposal kapan laporan. 
  2. Kalau ajukan proposal saat moodnya jelek, bakal ditolak. Tp lapor gagal saat mood nya bagus, dia akan terima. 
  3. BOS #FEELING itu pandai merayu, kalau dia mulai bermanis kata, artinya dia akan delegasikan pekerjaannya ke kamu. 
  4. BOS #FEELING itu lbh sering pakai hati drpd kepala, jadi senangkn hatinya, buat dia nyaman bekerja denganmu. 
  5. BOS #FEELING itu keras hati,kalau dia sudah yakin akan sesuatu maka dia akan go all the way, jadi siapkan dirimu. 
  6. BOS #FEELING itu flamboyan, suka tebar pesona, fansnya banyak, maka jadilah fans terdekatnya. 
  7. BOS #FEELING itu mementingkan keharmonisan tim, jadi jangan lakukan apapun yang merusak harmoni. 
  8. BOS #FEELING itu menghargai persahabatan, jadi jangan jaga jarak dengannya. Jadikan dia sahabat.
Kalau kamu sudah praktekkan yg diatas maka kamu akan disayang sama si BOS. Saatnya jalankan prinsip kedua.

Prinsip yg kedua adalah bantu si BOS lakukan apa yang jadi kelemahannya. Sehingga dia akan selalu butuh kita. Ingat, BANTU si Bos jalan
  1.  kan kelemahannya, bukan meMANFAATKAN kelemahannya. 
  2. BOS #FEELING itu malas mikir, maka bantu dia berfikir. Jangan persulit. Sodorkan solusi, bukan masalah. 
  3. BOS #FEELING itu mendelegasikan atas dasar percaya, maka jaga amanahnya, berikan hanya yang terbaik. 
  4. BOS # FEELING itu kadang subjektif, maka bantu dia melihat data dan faktanya, menimbang semua informasi. 
Ketika dua prinsip itu sudah kamu jalankan niscaya si BOS akan takluk dan bergantung sama kamu.

Bagaimana jika sayalah si BOS #FEELING itu? 

Pertama, bersyukurlah kalau Anda punya anak buah yang mempraktekkan saran saya diatas. 
Kedua, jalankan kepemimpinan Anda dengan bertumpu pada kekuatan #FEELING. Simak berikut ini: 
  1. BOS #FEELING jago meyakinkan orang, gunakan itu untuk dapatkan kepercayaan dari orang lain. 
  2. BOS #FEELING jago diplomasi, gunakan itu untuk mendapatkan deal yang terbaik. 
  3. BOS #FEELING jago mengkader orang, gunakan itu untuk membangun tim yang kuat dan hebat. 
  4. BOS #FEELING jago memotivasi, gunakan itu untuk membakar semangat militansi tim berjuang kejar target. 
  5. BOS #FEELING harus memiliki mental sebagai seorang ideolog yang memperjuangkan idealisme 
Itulah tadi tips saya untuk  serta kunci menjadi Bos #FEELING yang ideal. Semog manfaat.


Selasa, 27 November 2012

10 Kunci FEELING

STIFIn Banten
By Indrawan Nugroho
Kalau DIA: Lebih pakai perasaan, hangat dan ramah, pencari keharmonisan, ingin selalu memimpin, pandai empati, menghindari argumen, mudah dendam, emosional, kurang tegas, cenderung subjektif, maka dia FEELING. Taklukkan dgn 10 Kunci FEELING.
Di artikel Saya sebelumnya, ‘Beda Orang Beda Perlakuan’, Saya sudah ceritakan tentang ke-5 Mesin Kecerdasan (MK). Salah satu dari ke-5 itu: SENSING, THINKING, INTUITING, FEELING, atau INSTINCT merupakan MK dominan kita. Ingat ya, kalau hubungan kamu mau harmonis maka perlakukanlah dia sesuai dengan Mesin Kecerdasannya
Nah hari ini saya uraikan 10 cara terbaik kamu dalam memperlakukan orang FEELING.  Siap ya?
  1. Orang FEELING lebih menggunakan perasaan. Maka sampaikan perasaanmu. Hargai perasaannya.
  2. Orang FEELING mencari keharmonisan. Jangan lakukan atau katakan apapaun yang bisa merusak hubungan.
  3. Orang FEELING selalu ingin memimpin, bahkan ketika tidak sedang dalam posisi itu. Maklumin aja deh.
  4. Orang FEELING mempertimbangkan sesuatu berdasar kasih sayang. Jadi buatlah dia sayang sama kamu.
  5. Orang FEELING mengambil keputusan dengan mempertimbangkan akibatnya pada orang lain. Manfaatkan itu.
  6. Orang FEELING hangat dan ramah pada setiap orang. Maka Anda juga harus bersikap hangat dan ramah padanya.
  7. Orang FEELING pandai berempati, jadi banyak sahabatnya. Maka tunjukkan empati ketika ia curhat padamu.
  8. Orang FEELING tidak suka konfrontasi. Jadi jangan argumentasi. Jangan berseberangan dengannya.
  9. Orang FEELING mudah sakit hati dan pendendam. Jadi jangan sekali-kali kamu sakiti hatinya.
  10. Orang FEELING kurang tegas menuntut hak. Jangan harap dia mengatakannya. Kamu harus sadar sendiri.
Nah itulah 10 Kunci FEELING. Ayo segera temukan apa Mesin Kecerdasan si DIA, jika ternyata FEELING, maka taklukkan DIA dengan 10 Kunci FEELING diatas. LANGSUNG PRAKTEKKAN YA! Kalau ada yang mau tanya-tanya, silakan langsung tulis di box rep;y dibawah ini.

Rabu, 27 Juni 2012

Feeling Extrovert (Fe)

STIFIn Banten

Fe adalah singkatan dari Feeling extrovert.  Jika huruf F berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin-Kecerdasan.  Menurut konsep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan F adalah salah satu diantara 5 Mesin-Kecerdasan tersebut.  Identitas Mesin-Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika Mesin-Kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya.  Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu I (introvert) dan e (extrovert).  Dengan demikian Fe sudah menjadi identitas kepribadian.  F ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

Pengertian sederhana dari Feeling  extrovert adalah jenis kepribadian yang berbasis kecerdasan emosi atau perasaan yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya.  Kepribadian Fe ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan sosial yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain.  Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan sosial atau disebut Sec-Q (Social Quotient).

Sistem operasi pada tipe Fe berada di belahan otak bagian bawah sebelah kanan atau disebut sebagai limbik kanan.  Pada limbic kanan tersebut menjadi yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak.  Limbik kanan abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Fe.

Lapisan yang berwarna abu-abu memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengndung sel otak lebih sedikit.  Kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi bergerak dari luar ke dalam.  Hal ini menyebabkan “tuan yang punya badan” lebih malas bergerak melakukan aktifitas kecuali ada pengaruhnya dari luar yang membangkitkan mood-nya untuk bersosialisasi.

Mesin-Kecerdasan F sesungguhnya identik dengan pernafasan.  Mereka memiliki kapasitas pernafasan yang besar.  Kapasitas pernafasan yang kuat itu disebabkan karena orang F memiliki mesin yang besar.  Mesin itu berupa jantung dan paru-paru yang besar.  Dengan mesin yang besar ini orang F dapat memompa oksigen lebih banyak ke dalam darah.  Tipe Fe lebih bergantung kepada suplai baterai  (charger) yang datang dari luar dirinya.  Mesin yang besar harus dinyalakan dari luar namun begitu mesin menyala maka akan beraksi sedikit menggebu-gebu.  Bentuk (konstitusi) fisik orang F secara umum disebut dengan displastik, karena bawaannya yang besar tersebut didukung oleh tulang yang kecil sehingga bawaannya terasa berat.  Karena mesinnya besar maka bentuk bagannya terlihat lebar dan tebal.  Akibatnya pada bagian punggung seperti ini lebih sulit digerakkan (disebut displastik).  Pada tipe Fe mesin yang besar tersebut ditopang oleh tulang yang lebih kecil.  Tinggi badan Fe lebih pendek.  Sehingga lebih terkesan seperti pendekar (pendek dan kekar).  Secara fisik ia dapat menggunakan pernafasan dalam yang bersumber dari paru-parunya.  Namun karena charger baterainya bersumber dari luar maka tipe Fe memiliki kapasitas pernafasan lebih dangkal.

·      Intisari Tentang Anda:
Kecerdasan Anda Feeling yang berarti merujuk kepada perasaan Anda, yang membuat Anda pandai memahami orang lain.  Kecerdasan tersebut dikemudikan bergerak dari luar ke dalam sehingga Anda menjadi hebat dalam persahabatan dan hubungan sosial.

·      Sistem operasi otak berada di:
Belahan Limbik Kanan, Lapisan Kelabu (luar)
·      Jenis kecerdasan:
Social Quotient (kecerdasan pada kesosialan/kemasyarakatan)
·      Peranan:
Owner (Pemilik)
·      Kelebihan:
Magnifying (Pembesaran)
·      Target:
People (Orang)
·      Harapan
Coaching (Penggemblengan)
·      Arah Merek
Merek pada tim
·      Tabiat terhadap uang
Ambil resiko
·      Bentuk Jasmani
Displastis yang kecil
·      Kekuatan Jasmani
Pernafasan dangkal
·      Fungsi Tubuh
Stamina jarak menengah
·      Personality (kepribadian) yang kuat yang dapat diriset  secara prikometrik:
Emphaty                                         :  Empati
Tolerant                                          :  Toleransi
Communicative                               :  Senang bicara/bercakap
Listener                                           :  Senang mendengar/pendengar yang baik
Sympathetic                                     :  Simpatik
Persuasive                                       :  Pandai meyakinkan orang/membujuk
Affectionate                                     :  Penuh kasih sayang
Refreshing                                        :  Menyegarkan
Considerate                                      :  Baik budi, penuh perhatian.
Guiding                                             :  Membimbing/Menunjukkan

·      Empat Kata Kunci
Merasakan, Pernafasan, Memimpin, Mencintai
·      Cara Belajar
Mendiskusikan dengan guru/teman sambil memperbanyak item (hal,pokok, soal) yang direview (ditinjau ulang) verbal (secara lisan).
·      Mengingkatkan Minat Belajar    : 
Dipuji dan didampingi supaya meningkatkan mood (suasana hati) belajar sesaatnya.
·      Klu diri:
Mencari Platform (Panggung, podium) untuk memperkuat pengaruhnya.
·      Kemistri
Dicari Cinta

·      Keutamaan Sekolah menuju karir di industri yang sesuai: 
Psikologi, Komunikasi, Diplomasi, Humas/Promosi.
·      Sekolah menuju profesi pilihan lainnya:
Politisi, eksekutif, lawyer (pengacara) kesenian, investor, negarawan, trainer/public speaker (Pembicara Publik), administrasi negara, seniman, budayawan, hubungan internasional, salesman, inspirator, motivator, psikiater, counselor (penasihat), ideolog, personalia, birokrat, aktifis, atlit maraton.

·      Sisi positif yang perlu dibina dan hal yang perlu diwaspadai dari anda sendiri:
Pendengar seperti sponge/spon namun sebenarnya berhati kenyal, peduli orang lain meski abai terhadap satu per satu persoalan orang lain, selalu ada misi baru namun terlalu mudah menyerah, jika sedang bersih hati mudah mendapat ilmu tinggi namun justru jarang membersihkan hatinya, memiliki kepasrahan yang tinggi namun sebenarnya sikap itu datang dari malas berpikir dan menggampangkan banyak hal.

Ciri Kepribadian Feeling Extrovert (Fe)
Kepribadian ini adalah kepribadian ‘sponge’, semua pembicaraan orang diserap mentah-mentah.  Mereka seperti pendengar yang baik, namun sebenarnya mereka tidak mau dibantah.  Meski secara fisik mereka terlihat berdialog dan mendengar pembicaraan, sebenarnya mereka ‘keras-hati’ dengan kemauannya. Artinya di dalam hatinya sesungguhnya mereka anti dialog.  Mereka memiliki mata yang kuat sayangnya mata lebih banyak digunakan untuk konsumtif dan malas berfikir. Mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain meskipun terkadang abai terhadap satu persatu persoalan orang lain.  Selalu memiliki misi pribadi namun terlalu cepat menyerah ketika menghadapi halangan. 
Gagal di satu tempat segera mereka membuat misi baru, sehingga terkesan angin-anginan.  Hal yang paling hebat pada mereka adalah mendapatkan karunia ilmu laduni  ketika diri mereka sedang bersih.  Ilmu laduni inilah yang lambat laun menjadikannya sebagai begawan ilmu tertentu.  Namun jika diri mereka tidak pernah bersih, mereka terjebak menjadi  penyalur nafsunya.  Meskipun mereka mudah mendapatkan ilmu laduni, bukan berarti mudah bagi mereka untuk berhubungan dengan Tuhannya.  Justru mereka susah khusyuk dalam beribadah.  Perhatian mereka mudah terpecah.
Kepribadian mereka cengeng, lebih mudah menangis, namun sebenarnya mereka tahan banting.  Memiliki kepasrahan yang tinggi kepada Tuhannya, karenanyalah mereka seringkali menjadi penyembuh, penyadar, atau pencuci dosa. Meskipun mereka malas berpikir biasanya secara given diberi kepala yang lebih besar sehingga sumberdayanya cukup baik. Termasuk orang pintar.  Kelemahannya adalah kurang percaya diri dengan ilmu-ilmunya yang kurang logis atau bukan dari hasil karya ‘peras otak’ sendiri, makanya mereka paling senang menyebut  ‘kata orang’.