Tampilkan postingan dengan label INSTINCT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSTINCT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2014

Penjelasan Hasil Tes INSTICT (In)

beni badaruzaman

Penjelasan Hasil INSTING
In adalah singkatan dari Insting. Menggunakan dua huruf supaya tidak sama dengan singkatan Intuiting. Jika dua huruf Inbergandengan merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut konsep STI- FIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan In adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Pada mesin kecerdasan In tidak memiliki kemudi kecerdasan, baik i (introvert) ataupun e (ekstrovert). Karena secara fisik otak tengah yang menjadi milik In memang tidak memiliki lapisan yang berwarna abu-abu dan putih. Dengan demikian Inselain berperan sebagai mesin kecerdasan juga merupakan kepribadian genetik.
Pengertian sederhana dari Insting adalah jenis kecerdasan atau kepribadian genetik yang berbasiskan kecerdasan naluri atau indera ketujuh yang proses kerjanya dikemudikan secara otomatis karena tidak memiliki kemudi. Kepribadian In ini memiliki kekhasan karena memi- liki kemampuan berkorban bagi kepentingan yang lebih besar melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan berkorban atau disebut AQ (Altruist Quotient).
Sistem operasi pada tipe In berada di belahan otak tengah.Otak tengah menyangga keempat belahan otak sama baiknya. Jika otak ten- gah kuat maka pada tingkat tertentu dapat membantu memperkuat ke- empat belahan otak lainnya. Terutama karena otak tengah menjadi hub bagi keempat belahan otak lainnya sehingga proses koordinasi, harmonisasi, dan keseimbangan otak dapat berjalan secara baik.
Karena tidak memiliki kemudi, otak tengah akan memberi reaksi spontan pada setiap stimulus yang masuk. Meski syaraf terlebih dahulu tiba di otak tengah sebelum menyebar kepada empat belahan otak lain- nya namun bukan berarti keempat belahan otak itu tidak dilibatkan ketika otak tengah ingin merespon sesuatu. Meskipun tanpa kemudi proses koordinasi respon holistik oleh seluruh otak terjadi. Hal itu di- tunjukkan oleh kemampuan otak tengah merespon secara holistik pada setiap respon yang datang.
Mesin kecerdasan In sesungguhnya identik dengan reflek. Mer- eka memiliki reflek yang cepat. Reflek yang bersumber dari hasil pen- golahan yang holistik ini membuat tipe In dalam kesehariannya mudah beradaptasi.Ia seperti dapat mengakses sama baiknya kepada empat belahan otak yang lain. Bahkan secara fisik pun tipe In memiliki ke- mampuan adaptasi fisik yang baik terhadap lingkungan. Pada cuaca lingkungan dan mental seperti orang S ia akan menyesuaikan seperti orang S juga. Demikian seterusnya dengan tiga belahan otak lainnya.
Bentuk badannya datar (stenis) ditandai dengan garis bahu yang lurus rata ke samping. Dengan bentuk badan yang datar ditambah leher yang pendek dengan posisi otak tengah yang paling dekat dengan tulang belakang dan pada saat yang sama otak tengah tersebut me- nyangga keempat belahan otak sama baiknya maka hal itu membuat tipe In memiliki fungsi tubuh yang serba bisa. Fungsi keserba-bisaannya yang digabung dengan kekuatan refleksnya membuat tipe In seolah- olah akan survive diletakkan di lingkungan seperti apapun atau diter- junkan di profesi apapun.
Faktor serba bisa dan daya adaptasi fisik dan adaptasi kecerdasan yang tinggi menyebabkan panggilan jiwa dari tipe In selalu ingin ber- peran sebagai mitra (partner) bagi tipe lainnya. Meskipun harus menjadi orang nomer dua dalam kemitraan tersebut ia tidak terlalu memper- masalahkan yang penting ia dapat menjadi mitra bagi tipe lainnya di level yang lebih baik. Hal seperti ini tidak akan terjadi pada tipe ke- pribadian yang lain. Karena mereka selalu ingin menjadi nomor satu dalam kemitraan tersebut.
Dalam menjalankan fungsi kemitraan tersebut ia memasang tar- get menghasilkan pertumbuhan dari masa ke masa meskipun kecil atau sedikit yang penting ada pertumbuhan. Sebenarnya tipe In tidak suka dengan langkah-langkah revolusioner karena hanya akan meningkatkan suhu kerja yang akan membuat suasana tegang. Sementara tipe In me- nyukai suasana damai dan tenteram tanpa konflik. Termasuk mengapa ia terpanggil untuk menjadi orang kedua karena tidak ingin menjadi sasaran tembak jika menjadi orang nomor satu.
Jika ia bisa bekerja secara tenang dan damai maka salah satu ke- mampuan dia yang lain akan perform, yaitu memiliki mata ketiga dalam melihat terhadap setiap peristiwa. Hasil pengamatan mata ketiga tersebut adalah ia dapat melihat hikmah yang tersembunyi di balik setiap ke- jadian, atau dapat memaknai secara spiritual terhadap setiap kejadian, atau mendapatkan informasi penting dari indera ketujuh (naluri)-nya.
Harapan terbesarnya yaitu ia selalu memberikan kontribusi pada lingkungan sosialnya. Ia merasa hampa jika merasa tidak menolong atau berkontribusi terhadap lingkungannya. Hal yang paling menyakit- kan baginya adalah ketika ia ditolak oleh lingkungannya. Kemampuan adaptasinyalah yang membawanya untuk berkontribusi lebih banyak kepada lingkungannya. Demikian juga dalam pengelolaan uang, ia merasa sedih jika tidak bisa menolong orang lain yang memerlukannya. Tabiatnya terhadap uang adalah selalu ingin menolong orang. Akibat- nya uang habis bukan untuk diri sendiri melainkan untuk menolong orang lain.
Ketulusannya untuk selalu menolong dan berkontribusi membuat pihak lain secara cepat memberikan merek sesuai dengan tingkat ke- berperannya yang tinggi. Dan ia sendiri menyadari bahwa jika tidak berperan dimana-mana ia akan kehilangan makna hidupnya. Kuantitas keberperanannya cukup tinggi. Ia seolah-olah ketarik kesana kemari. Tantangannya adalah dibalik kuantitas keberperanan yang tinggi adalah semua itu ditangani dengan baik sehingga kualitas di semua peranan- nya juga tinggi. Merek dirinya akan terangkat jika kuantitas dan kualitas keberperanannya semuanya tinggi.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian In mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: balanced, compromising, peaceful, resourceful, sim- ple, forgiving , occupied, flowing , smooth, dan intermediary (bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Proses belajar pada tipe In sangat berbeda dengan kedela- pan kepribadian yang lain. Bahwa yang lain dalam proses belajarnya cenderung induktif, berangkat dari detail kemudian disimpulkan se- cara umum. Sedangkan tipe In cenderung menggunakan pola belajar deduktif. Ketahui dulu kesimpulannya baru kemudian diteruskan pada rincian. Maka pada setiap buku yang ia baca ia selalu merangkai dulu mencari kesimpulannya baru kemudian diuraikan detailnya. Sambil be- lajar dapat dibantu dengan suasana yang damai dan tenteram dengan dukungan musik latar yang lembut.
Cara membangkitkan motivasinya justru dengan jalan menghi- langkan segala macam tekanan yang menimpanya. Selesaikan satu per satu hingga akhirnya dia merasa lega dan tidak lagi punya trauma masa lalu. Setelah itu baru membimbingnya dengan pendekatan scaffolding. Dibimbing dari dekat supaya ia bisa naik tangga satu per satu.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini, yaitu musik/performance, jasa, kulinary, agama/budaya/charity. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: pembalap, entertainer, agamawan, aktivis, musik, chef,jurnalis, aktivis, pengetahuan umum, performance, spiritualis, birokrat, pelayan masyarakat, mediator, tangan kanan untuk semua po- sisi dan semua industri, kolumnis, generalis, presenter serba-bisa, atlit serba-bisa, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini pro- fesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Si adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: merangkai, reflek, berkorban, dan otomatis. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh hal-hal yang ber- sifat umum sebagaihasil rangkaian atau gabungan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi, memerlukan reaksi spontan hasil reflek yang cepat, dan mengandung unsur-unsur berkorban untuk kepentingan yang lebih besar, serta bekerja secara otomatis tanpa perlu dipikir ulang karenanya lebih cenderung kepada bidang-bidang kemanusiaan.
Sebagai pribadi yang utuh tipe In memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: spiritualis yang hebat namun juga individu yang galak dan temperamental, nalurinya tajam, dan pandai meramal namun peragu dan tidak punya prinsip, isi kepala lengkap sebagai generalis namun membuatnya tanggung tidak tuntas, ingin tenang dan bahagia tapi kurang assertive, sangat responsif, cepat, dan komprehensif namun dalam kontektualitas sebatas ad hock dan kurang jangka panjang, ju- jur dan polos namun seringkali naif. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Kemistri alamiahnya adalah selalu bahagia. Ia hanya merasa nyaman hidup dalam suasana yang penuh kebahagiaan dan jauh dari masalah-masalah. Jika kebahagiaan itu berhasil didapatkannya maka ia mulai PERAN untuk memultitaskingkan pengabdiannya. Sebaliknya ia tidak akan bahagia jika ia tidak memiliki peran apa-apa. Keberhasilan hidupnya ditandai dengan perannya yang bermakna dan itu jugalah yang menjadi sumber kebahagiaannya.

Sabtu, 02 November 2013

Mengenal Karakter Mesin Kecerdasan (MK)

beni badaruzaman
Setelah mengetahui letak masing-masing mesin kecerdasan (MK), kini giliran kita akan melihat karakter dari masing-masing MK tersebut. [Perlu diingat jika berbicara jenis kecerdasan, satuannya intel- ligences, jadi lengkapnya menjadi Sensing Intelligences, Thinking Intelligences dan seterusnya. Akan halnya satuan Personaliti Genetik (PG) adalah quotients
  • Sensing memiliki kecerdasan inderawi,
  • Thinking memiliki kecerdasan berpikir,
  • Intuition memiliki kecerdasan indera ke enam, 
  • Feeling memiliki kecerdasan perasaan, dan
  • Instinct memiliki kecerdasan indera ke tujuh. 
Uraiannya adalah sebagai berikut:
  • Kecerdasan S mengandalkan pancaindranya sehingga orang S cenderung praktis, konkrit, dan jangka pendek, sesuai dengan jangkauan panca inderanya.
  • Kecerdasan T mengandalkan pikiran logisnya, hal mana mem- buat orang T objektif, adil, dan efektif.
  • Kecerdasan I mengandalkan indera keenamnya dalam mengam- bil keputusan yang berarti jauh terproyeksi ke depan, menjadikannya orang yang sangat optimistis, jangka panjang, dan terkonsep.
  • Kecerdasan F selalu merujuk kepada perasaannya yang mem- buat orangnya bertenggang rasa, bijak, dan memimpin.
  • Sementara In selalu merujuk kepada indera ketujuh jika akan mengambil keputusan, menjadikan orang In spontan, pragmatis, dan rela berkorban.
Ada tiga istilah indera dalam penjelasan pada lima MK tadi masing-masing: panca indera, indera keenam dan indera ketujuh. Apa perbedaannya? Agar tidak salah pengertian, kita perlu bahas lebih rinci.
Perhatikan contoh ini: Dirut jenis S (mengandalkan keputusan- nya pada panca indera) tidak mau menaikkan targetnya tahun depan karena, menurut penglihatan panca inderanya, daya beli pasar menurun. Sebaliknya Dirut jenis I mengambil keputusan yang lebih optimistis karena hasil proyeksi indera keenamnya (diproses melalui penggunaan otak kanan) meyakini kondisi pasar tahun depan justru akan normal kembali bahkan lebih baik. Tapi Dirut jenis In yang mendapat pengetahuan begitu saja tanpa proses berpikir dari indera ketujuhnya memilih menurunkan targetnya karena menilai pasar tahun depan justru melemah dari tahun ini. Kira-kira kurang lebih begitulah perbedaan ketiga indera tadi di mana panca indera berdasar fakta, indera keenam yang memproyeksi ke depan, dan indera ketujuh yang mengandalkan naluri (atau firasat).

Atau bisa juga diibaratkan seperti ini:
  • S seperti kamera
  • I ibarat detektif dan
  • In layaknya naluri hewan.
Sekarang kita lihat 5 MK berdasarkan Konsep Triune Brain (Paul MacLean).

Menurut neurosaintis McLean otak manusia terdiri atas otak insani, otak mamalia, dan otak reptilia. Berdasarkan konsep ini, otak insani menempati posisi teratas dalam evolusi otak manusia. STIFIn sendiri berpendapat bahwa penyebutan otak insani yang mengesankan bahwa otak ini yang paling berbudaya dan paling tinggi kelasnya dibanding yang lain adalah keliru. Kami tidak sependapat dengan konsep ini. Seperti yang sudah dijelaskan pada sesi sebe- lumnya, setiap kecerdasan memiliki keunggulannya sendiri-sendiri. Tapi kita di sini tidak datang untuk mendebat konsep strata otak McLean.

Otak insani ditempati oleh kecerdasan T dan I. Mereka dengan kecerdasan T dan I memiliki kelas tersendiri karena keduanya memi- liki kesamaan dalam hal intelektualitas. Keduanya sama-sama jago dalam mengatur strategi, tidak mudah didikte, punya prinsip dan pola tersendiri, serta sama-sama keras kepala mempertahankan prinsipnya.

Sedangkan kotak S dan F berada pada strata otak mamalia. Mamalia jenis S berarti tukang makan, sedang mamalia jenis F berarti tukang kawin dan beranak. S dan F adalah sama-sama orang ‘lapangan’, lapangan rumput seperti mamalia. Mereka sama-sama eksekutor yang lebih menguasai arena kerja. Mereka sama-sama lebih tahan banting dibanding mereka yang memiliki otak insani. Orang S menguasai keterampilan teknis operasional, sedangkan orang F mahir dalam menggerakkan orang. Lihat, tipe ini tidak lebih buruk atau tidak lebih rendah kelasnya bukan, meski otaknya adalah otak mamalia.

Strata terendah dalam konsep MacLean adalah otak reptilia yang dimiliki kecerdasan In. Reptil digambarkan sebagai buas, ber- badan besar, tapi otaknya kecil sehingga gampang punah. Seperti halnya reptil, orang In merespon sangat cepat bahkan cenderung spontan apa saja dari lingkungannya. Tidak berpikir panjang, lugu,dan cenderung naif. Keunggulan otak reptilia ini adalah spiritualitas- nya yang tinggi, suka menolong dan berkorban demi kepentingan yang lebih besar. Jadi, sekalipun otaknya, menurut strata McLean, lebih rendah dari otak lain tapi ternyata dialah yang paling memiliki spritualitas tinggi. Jadi masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan bukan?

Coba perhatikan ini:
  • T yang logis dan objektif, cenderung raja tega.
  • I yang kreatif dan konseptor, cenderung a-sosial.
  • S yang dianggap suka bersenang-senang, rajin dan ulet.
  • F yang, upss.., dianggap mata keranjang, eh... malah sangat pandai berempati serta memahami perasaan orang lain.
  • In yang buas memiliki kesalehan tinggi.
Pendek kata, pada setiap MK yang memiliki kelebihan pasti akan selalu diikuti kelemahan pada sisi yang lain sebagai satu paket yang harus diterima sebagai fitrah kesejatian yang sejajar. Kesimpu- lannya, STIFIn mendudukkan tiga strata MacLean sebagai sederajat, bukan sebagai strata yang bertingkat.

Roger Sperry pemenang hadiah Nobel pada tahun 1981 mem- perkenalkan pendekatan otak berdasarkan kuadran, yakni kuadran kanan dan kuadran kiri. Sekarang masih banyak yang beranggapan bahwa otak pada kuadran kanan lebih bagus dan lebih hebat dari yang kiri. Otak kanan dianggap kreatif, fungsional, meruang, fleksi- bel, lebih manusiawi, sehingga dianggap lebih hebat. Banyak buku dan seminar yang diselenggarakan mengenai kehebatan kuadran otak kanan ini. Sebaliknya otak kuadran kiri dinilai cenderung kaku, terkotak-kotak, mementingkan disiplin, membosankan, menjadikan orang ibarat robot. Kami berpendapat pendekatan ini ketinggalan jaman. STIFIn, seperti sudah kami katakan berkali-kali, menganggap bahwa pendekatan otak kuadran kanan dan kuadran kiri memiliki kesetaraan dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing. Orang kanan yang pandai merancang tidak akan maju jika tidak ada orang kiri yang mengerjakannya.

Kemudian salah satu teori turunan dari konsep STIFIn yaitu ten tang Diagonal Produksi dan Diagonal Organisasi.

Kedua diagonal itu menguraikan kesamaan antara dua kecerdasan yang sebenarnya saling bertolak belakang. Diagonal Produksi merupakan persamaan sifat dari kecerdasan S dan I yang sesungguhnya berbeda layaknya bumi dan langit.
S sangat membumi, sedang tipe I sangat melangit.
S jangka pendek dan ‘rabun jauh’, sebaliknya I jangka pan- jang dan ‘rabun dekat’.
Tapi dibalik perbedaan yang sangat tajam itu terdapat persamaan yang juga amat mirip. S dan I sama-sama menyukai terlibat da- lam aktivitas produksi, meski dengan cara yang berbeda.
S membuat, I mencipta. S peniru, I kreator.
Diagonal Organisasi merupakan persamaan sifat dari kecerdasan T dan F. Sesungguhnya T yang raja tega dengan F yang malas mikir berbeda secara diametral seperti arah mata angin: utara dan selatan. Utara lebih dingin, Selatan lebih hangat.
Orang T lebih dingin dan berjarak dengan orang, F lebih hangat dan lebih dekat dengan orang.
Orang T menggunakan kepala, orang F menggunakan hati.
Namun diantara perbedaan yang sangat telak tersebut antara T dan F memiliki persamaan yaitu sama-sama suka mengorganisasi- kan.
Orang T mengorganisasikan dengan kepala dalam bentuk managerialship. T manager
Orang F mengorganisasikan dengan hati dalam bentuk leadership. F leader

Anda pasti bisa melihat perbedaan antara seorang manager dengan seorang pemimpin kan? Manager mementingkan proses dan hasil, pemimpin mementingkan manusia dengan emosinya.

Mengapa STIFIn mengkritisi MBTI karena, antara lain, teori diagonal ini. Berdasarkan teori diagonal ini sebenarnya tidak perlu ada tret/sifat Judging dan Perceiving pada MBTI. Karena Judging itu merupakan sifat utama dari diagonal organisasi dan Perceiving merupakan sifat utama dari diagonal produksi. Artinya Judging dan Perceiving tidak memiliki organ fisik tersendiri, melainkan sekedar persamaan sifat dalam diagonal.

Untuk memahami lebih dalam lagi tentang karakter masing- masing MK mari kita akan lihat sifat paradoks di dalam masing- masing MK.
  • S tahan banting tapi manja. Tipe S jika berjerih payah mengeluarkan keringat hingga banting tulang sekalipun, maka rasa penat dan rasa sakitnyapun cenderung berhenti di urusan fisik semata, tidak sampai dibawa ke urusan psikis atau hati. Namun di balik kekuatan banting tulangnya ini tipe S merasa perlu didukung orang lain. Ia membutuhkan seperangkat sumberdaya dan dukungan konkrit untuk mudah menjalankan tugasnya. Pada bagian inilah orang S kelihatan manjanya dan kurang mandiri.
  • Tipe T adalah mesin profit yang mahir tapi suka terjebak pada hal-hal sepele. Alasan kenapa tipe T bisa diandalkaan jadi pencari keuntungan karena kemandirian dan sistematikanya dalam bekerja. Namun ketika ada tuntutan untuk berpikir besar, tipe T malah menghabiskan energinya pada hal-hal kecil yang remeh-temeh, tidak esensial, teknis, padahal seharusnya ia bicara hal strategis.
  • Tipe I adalah reformis atau pembaharu tapi kurang sadar musuh. Tipe I berjiwa pengusaha dan menyukai perubahan, karena itu ia selalu melihat peluang untuk melakukan perubahan untuk mengimplementasikan konsepnya. Namun terkadang apa yang akan direformasi selangkah lebih cepat dari jamannya atau keinginan banyak pihak. Hal ini membuat orang I sudah melangkah jauh di depan, sementara orang lain tertinggal di belakang. Tipe I tidak memiliki interes untuk membangun platform. Baginya yang penting adalah memperjuangkan ide. Menurutnya ide adalah jalan terbaik untuk melangkah. Hal inilah yang membuat ia tidak sadar bahwa orang lain yang tidak terbawa atau tidak bisa mengikuti kecepatannya menjadi musuhnya. Mereka kecenderung memiliki musuh bukan yang datang dari samping tapi justru datang dari bawah oleh karena arus bawah tidak suka dengan tipe I yang terlalu bersifat vertikal.
  • Sedangkan sifat paradoks pada tipe F, antara lain, adalah visinya jauh ke depan tapi mudah menyerah. Tipe F layaknya seorang ideolog, pemimpin yang visioner, berani menghadapi arus yang melawannya, namun, sayangnya, kegigihannya seperti ‘hangat-hangat tahi ayam’, naik turun mengikuti mood-nya. Ketika ketidakstabilannya itu terbaca oleh lingkungannya mulailah muncul resistensi. Jika resistensi itu berlanjut pada skala yang lebih besar, apalagi jika ditambah persoalan-persoalan lain yang bersifat teknis dan non teknis, membuat ia cepat menyerah.
  • Pada tipe In, salah satunya, adalah generalis tapi tanggung, tidak tuntas. Tipe In memang serba bisa, responsif, cepat tanggap, pragmatis, dan berpikir holistik secara cepat, namun karena persentase pada empat belahan otaknya serba 50% yang membuat ia tidak menjalani pekerjaannya hingga tuntas.
Sekarang kita akan merinci masing-masing tipe kecerdasan. Kita mulai dari gambaran peran otaknya. Masih ingat kan bahwa setiap kita memiliki satu, hanya satu dan tidak lebih, kecerdasan dominan sehingga pada kecerdasan dominan itulah porsi analogis peran otak sebebar 100%. Jadi, pada tipe kecerdasan S dengan sendirinya porsi peran otaknya 100% pada limbik kirinya, sedangkan inferiornya berada pada I yang porsinya hanya sebesar 20%, adapun persentase T dan F-nya masing-masing + 40%; kalau T 45% maka F 35% atau sebaliknya. Mengenai profil keseharian S dapat diringkas dalam sepuluh sifat berikut ini: buktikan!, teliti, perhatian pada detail, menuntut bukti, rajin, pikiran terangkai, mendapatkan hasil, membutuhkan kepastian, suka mencontoh, suka non fiksi, dan kuat ingatan. Sesuai teori Pavlov tentang rangsangan dan hambatan, tipe S memiliki eksitasi tinggi dan inhibisi rendah. Artinya dirangsang dari luar (eksitasi) gampang dan tidak punya halangan (inhibisi) dari dalam untuk beraksi. Itulah kenapa tipe S ini mudah dibentuk, rajin serta berstamina. Kerena rajin dan berstamina itulah atau bugar karena hormon kortisolnya tinggi, tipe S cenderung memiliki keterikatan hubungan dengan harta, dimana ada hormon kortisol disitu ada duit; calon orang kaya.

Sekarang rincian untuk Tipe T. Berdasarkan persentase analogis, maka persentase otak neokortek kirinya sebesar 100%, dimana T berada. Berdasarkan teori menyilang superior-inferior, maka otomatis persentase F yang merupakan kelemahan orang T hanya sebesar 20%. Sedangkan persentase S dan I-nya masing-masing + 40%; atau jika S 45% maka I 35% atau sebaliknya. Lalu seperti apakah profil keseharaian kecerdasan T? Ini dia sepuluh yang paling menonjol: yaitu: “pikirkan!”, logis–rasional, kurang peka, dingin, jaga jarak, tanya data, kritis, tegas tuntut hak, maskulin. Apabila memakai teori Pavlov, maka tipe T memiliki eksitasi rendah dan inhibisi tinggi. Susah dirangsang dan pada saat yang sama punya halangan dari dalam yang besar. Orang ini susah digerakkan dan sulit bergerak sendiri. Kira-kira bisa disebut sebagai super defensif. Inisiatif dan kemandiriannya datang dari pikirannya, tetapi berhitung untuk beraksi. Meski super defensif, namun bertangan dingin, karena yang bekerja bukan ototnya tetapi kepalanya, sehingga cenderung memiliki kerkaitan dengan tahta; ya....calon penguasa.

Kini giliran Tipe I. Porsi peranan otaknya dapat dianalogikan sebagai berikut: Otak neokorteks kanannya yang ditempati I sebesar 100%, kecerdasan terlemahnya adalah S sehingga porsinya hanya sebesar 20%, sedangkan persentase T dan F-nya masing-masing + 40%; kalau T 45% maka F 35% atau sebaliknya. Adapun karakteristik sehari-hari yang ditampilkan tipe ini adalah : “bayangkan!”, gambaran besar, kreatif–unik, abstrak–teoritis, orientasi masa depan, pola beragam, analogi dan metafora, suka alternatif, suka cerita fiksi, hal besar dan strategis. Sementara eksitasi dan inhibisanya sama-sama rendah: Kesimpulannya orang seperti ini susah dirangsang, tapi tidak punya halangan dari dalam untuk beraksi. Dengan demikian tipe I ini hanya akan maju jika punya dorongan dari dalam, misalnya, ia punya mimpi. Apabila sudah terdorong dari dalam, maka tidak ada hambatan baginya untuk menjalankan programnya. Tipe seperti inilah yang sesuai dengan kemistri kata; calon pengusaha. Karena kualitas keputusannya sangat tergantung dari wawasan ilmunya (atau kata).

Sekarang Tipe F. Berdasarkan persentase analogis, peran limbik kanan sebagai mesin kecerdasan F-nya sebesar 100%, persentase T sebagai yang terlemah sebesar 20%, sedangkan persentase S dan I masing-masing + 40%; apabila S 45%, maka I 35% atau sebaliknya. Adapun sepuluh profil keseharian F yaitu: “rasakan...”, main hati, berorientasi pada orang, mengukur perasaan, hangat dan ramah, empatik dan simpatik, mudah tersinggung, suka ngobrol, meyakinkan, lembut dan penyayang. Jika memakai teori Pavlov, tipe F sama-sama memiliki eksitasi dan inhibisi tinggi. Mudah dirangsang dari luar tapi hambatan dari dalamnya juga besar terutama datang dari suasana hatinya yang cepat berubah-ubah, sehingga tidak mudah untuk beraksi. Akibatnya tipe F ini lebih mudah jika memanfaatkan potensi yang lain yaitu menebarkan cintanya yang punya stok banyak. Tipe seperti inilah yang cenderung berkemistri cinta; calon pemimpin.

Terakhir, rincian untuk tipe In. Inilah kecerdasan yang serba bisa tapi pada saat yang sama juga serba setengah. Porsi peran otaknya tidak memiliki sisi inferior seperti yang lain, karena selain In yang 100%, empat yang lain semuanya 50%. Adapun sepuluh gambaran kesehariannya: “ayo..cepat!”, spontan, naluri, senang terlibat, pragmatis, generalis, menolong, to the point, temannya banyak, mudah adaptasi, traumatik, pendamai. Tipe In tidak punya eksitasi dan inhibisi yang artinya orang tipe ini spontan, responsif, penolong. Tipe seperti inilah yang berkemistri dengan bahagia; calon pegiat nirlaba.
Lantas bagaimanakah cara belajar yang harus dilakukan setiap mesin kecerdasan? Apakah ada perbedaan cara masing-masing kecerdasan? Perhatian uraian berikut ini: Tipe S yang jago mengingat mesti rajin menghafal. Tipe T yang jago menalar harus rajin membuat skema pelajaran. Tipe I yang jago spasial mesti rajin berkreasi sendiri. Tipe F yang jago auditori harus rajin berdiskusi pelajaran. Dan tipe In yang jago merangkum sebaiknya belajar secara deduktif. Inilah salah satu perbedaan mendasar dari In dengan keempat tipe lainnya, yakni sementara keempat tipe yang lain induktif (dari detil ditarik kesimpulan), In justru belajar dengan cara deduktif (dari kesimpulan diuraikan ke detail).


Minggu, 03 Februari 2013

Lima mesin kecerdasan jika dikiaskan dengan unsur alam semesta

beni badaruzaman

Simbol sidik jari, dan kemistri kepemilikan dapat difahami dari tabel  berikut ini :

SENSING itu ibarat tanah tempat orang berpijak sehingga orang merasa aman. Unsur tanah mencerminkan kestabilan. Meski tanah diinjak-injak ia tetap akan produktif memberi manfaat bagi penghuni di atasnya. Tanah menyimpan kotoran dan mengolahnya menjadi kandungan zat-zat fosil yang berdaya guna menghasilkan tenaga. Tanah terhampar luas memiliki volume kekuatan tenaga fisik yang hebat. Sifat-sifat tanah tadi mirip dengan jempol. Secara fisik jempol paling besar dan memiliki tenaga paling kuat. Ingat di dalam tanah tadi tersimpan banyak harta. Harta lambang kesejahteraan. Orang yang banyak harta perlu diacungi jempol. Orang  S: seperti tanah yang stabil menghasilkan, seperti jempol yang kuat dan ulet, juga memiliki kemampuan untuk mendatangkan dan menyimpan harta

THINGKING itu ibarat besi. Kokoh, tegak, dan tidak memerlukan bantuan benda lain untuk berdiri sendiri. Besi adalah simbol kemandi-rian, ketegasan, dan kepandaian. Besi memang kaku. Faktor kakunya itulah yang membuat besi dipilih menjadi kerangka rumah. Besi merupakan unsur tanah tertentu yang berbentuk butiran, bijian, atau lempengan yang mengandung elemen keras dan padat. Sifat besi terkerangka, kait mengait secara sistematis. Ibarat jari telunjuk, besi mewakili unsur kekuatan. Jari  telunjuk akan mampu menunjukkan kelemahan, ketidak sempunaan, atau kesalahan. Jari telunjuk menjadi pengelola untuk menetapkan pekerjaan atau masalah yang prioritas. Telunjuk digunakan untuk menunjuk atau memerintah. Seperti seorang mandor. Oleh karena itu dominasi jari telunjuk ini adalah dominasi kekuasaan sesuai dengan kemistrinya. Telunjuk kemis-tri pasangannya adalah tahta. Orang T: tegas, mandiri, kokoh seperti besi, memiliki kepandaian menunjukkan kesalahan dengan kepandaiannya, dan diberikan kemampuan untuk memerintah memegang kekuasaan.

INTUITING itu ibarat kayu. Kayu pohon tumbuh dan bergerak vertikal. Kayu pohon tumbuh, hidup dan menghasilkan buah. Kayu seperti tidak pernah berhenti tumbuh ingin mencapai langit. Dan juga kayu tumbuhan indah dan sedap dipandang mata. Jika orang ingin mencari lambang kreativiti maka simbol yang digunakan adalah pen-sil kayu, bukanlah ballpoint. Demikan juga benda-benda kreatif bahkan rumah kreatif dibuat dari kayu. Kayu memiliki kekuatan sekaligus fleksibil-itas. Kayu menghadirkan kreativitas. Jika Anda tinggal di kawasan atau rumah yang banyak pohonnya, maka hawa kreativitas mudah didapatkan. Gerakan kayu yang cenderung bergerak vertikal ke atas seakan mencapai langit, ibarat penuh optimisme sedang melompat mengejar masa depan. Kayu menciptakan kreaTIvitas. Kreativitas lambang kualitas ilmu. Masih ingat dalam ranah keilmuan terbagi tiga kelas: deskripiƞ, analitis, kemu-dian tertinggi adalah sintesis. Sintesa adalah hasil kreativitas. Orang I: optimis, kreatif, berkelas, kuat dan fleksibel seperti kayu, memiliki keindahan seperti jari manis. Jari manis adalah bagian jari yang paling susah digerak-kan, namun bentuknya indah, tempat meletakkan cincin. Sebagaimana susahnya menggerakkan kreativita. Kreativitas adalah ilmu yang paling bernilai. Oleh karena itu orang I, kemistrinya kepada ilmu, kreativitas, ga-gasan, solusi yang diwakili dengan unsur ‘kata’.

FEELING itu ibarat api. Api menyala berkobar-kobar penuh semangat. Api pun mampu membakar benda di sekitarnya. Api ditakuti, disegani, tapi juga diperlukan. Api yang lebih berharga adalah api yang berwarna biru, menghasilkan suhu lebih panas yang stabil. Sedangkan api merah lambang kemarahan yang merusak. Api mampu membakar kayu dan melelehkan besi. Namun api keseharian ada-lah api yang terkadang padam, menyala, padam, dan, menyala lagi. Semangat yang naik turun mengikuti ‘mood’. Api yang menyala berkobar-ko-bar dan panasnya terasa di sekitarnya sebenarnya berasal dari sumber api ang volumenya kecil. Itulah pengibaratan jari kelingking, yang letaknya di  bagian paling pinggir sebelah luar. Jari kelingking walaupun kecil ia bisa mengalahkan jempol. Kecil-kecil cabe rawit. Seperti semut mengalahkan gajah. Mengapa kecil-kecil mampu mengalahkan karena datangnya dari
cinta asmara. Jatuh cinta yang membuat kerajaanpun dapat tumbang.  Demikian juga orang F: penuh cinta, penuh semangat, punya emosi, ter-gantung mood, semua serba berasal dari perasaan. Ibarat kelingking mes-ki kecil mampu mengalahkan yang besar. Kemistri yang dijadikan andalan-nya adalah cinta. Melalaui semangat cinta ia bisa diterima oleh orang lain, oleh masyarakatnya.

INSTINCT itu ibarat air. Air memberikan rasa lega bagi yang dahaga, mem-bersihkan kotoran di sekitarnya, memadamkan api yang mem-bara. Air mengalir ke semua arah, baik lobang besar ataupun lobang ke-cil. Air sungai yang besar seperti air bah bisa juga menghanyutkan dan menenggelamkan apa saja. Air adalah simbol kehidupan, ketenangan, kedamaian, dan kesejahteraan. Sesuai letak jari tengah yang berada di tengah-tengah, air adalah vital diperlukan untuk kehidupan. Air selalu mengalir diantara dua sisi keras yang berada di sampingnya. Air selalu diapit dan air berguna jika diwadahi untuk kemudian dimanfaatkan. Air sanggup berkorban, tidak terlalu mementingkan harga diri jika ia memberikan manfaat bagi sekitarnya. Oleh karena air bukan barang kaku, bukan keteguhannya yang membuat ia bermanfaat tapi alirannya, keberadaan-nya untuk makhluk di sekitarnya. Orang In; mengalir, tenang, mencari kebahagiaan dan kedamaian dengan jalan memberikan manfaat kepada orang lain. Ibarat jari tengah orang In berada di tengah untuk mening-katkan perannya dan berkontribusi lebih besar. Atau ia berada di tengah untuk mendamaikan orang yang bertikai. Atau ia berada di tengah un-tuk menutupi dan melengkapi jika masih ada kekurangan. Atau ia berada di tengah karena kemampuannya yang serba bisa. Air memberi manfaat demi mencari bahagia.

Sabtu, 05 Januari 2013

Takluklan Bos INSTINCT

beni badaruzaman


Bos ber-MK #INSTINCT adalah bos yang serba bisa, egaliter, temperamental, responsif, plin-plan, kompromis. Bila kamu punya BOS seperti itu maka inilah cara menaklukkannya.

Prinsip dasar untuk menaklukkan setiap BOS #INSTINCT

Prinsip dasar untuk menaklukkan setiap BOS adalah selalu masuk melalui Mesin Kecerdasannya (MK).

  1. BOS #INSTINCT itu temperamental, jadi jangan stres kalau dia lagi marah, nanti nggak lama juga reda sendiri. 
  2. BOS #INSTINCT itu kompromis, jadi jika ada perbedaan (apapun itu), kompromikan saja dengannya. 
  3. BOS #INSTINCT itu responsif, jadi kamu juga harus cepat merespon apapun yang jadi permintaan dia. 
  4. BOS #INSTINCT itu serba bisa, dan terkadang dia menuntut yang sama darimu, jadi siapkan dirimu. 
  5. BOS #INSTINCT itu suka kesederhaaan. Jangan bicarakan hal yang kompleks. Jangan berlebih dlm penampilan. 
  6. BOS #INSTINCT itu bicaranya todepoin, jadi jangan muter-muter ngomongnya. Tanya harga kasih tahu harga. 
  7. BOS #INSTINCT itu rela berkorban untuk kepentingan yang lebih besar. Milikilah mentalitas yang sama dengannya. 

Kalau kamu sudah praktekkan yg diatas maka kamu akan disayang sama si BOS. Saatnya jalankan prinsip kedua. Prinsip yg kedua adalah bantu si BOS lakukan apa yang jadi kelemahannya. Sehingga dia akan selalu butuh kita. BANTU si Bos jalankan kelemahannya, bukan meMANFAATKAN kelemahannya.

  1. BOS #INSTINCT itu suka plin-plan, maka bantu dia buat keputusan. Berikan semua informasi yang Ia butuhkan. 
  2. BOS #INSTINCT itu serba tanggung, tdk ada satu hal spesifik yg menonjol. Bantu dia lakukan hal2 spesifik itu. 
  3. BOS #INSTINCT itu krg ambisius, mk pancing dia untuk punya ambisi lbh besar dimana kamu akan ikut terangkat. 

Ketika dua prinsip itu sudah kamu jalankan niscaya si BOS akan takluk dan bergantung sama kamu.

Bagaimana jika sayalah si BOS #INSTINCT itu? 

Pertama, bersyukurlah kalau Anda punya anak buah yang mempraktekkan saran saya diatas.
Kedua, jalankan kepemimpinan Anda dengan bertumpu pada kekuatan #INSTINCT. Simak berikut ini:

  1. BOS #INSTINCT adalah penghubung yang baik, maka ciptakan sinergi hubungan yang ideal dimanapun berada. 
  2. BOS #INSTINCT itu serba bisa, jadilah tangan kanan dari bos2 yang lebih tinggi atau bahkan dari pemilik. 
  3. BOS #INSTINCT memiliki kekuatan moral & spiritual yg tinggi, jadilah sumber energi positif dimanapun berada 
  4. BOS #INSTINCT mampu menjadi teladan tim untuk memberikan kontribusi maksimal untuk organisasi. 
  5. BOS #INSTINCT harus mampu menempatkan dirinya sebagai atasan yang ditokohkan. 

Itulah tadi tips saya untuk  serta kunci menjadi Bos #INSTINCT yang ideal. Smg manfaat.

Selasa, 27 November 2012

10 Kunci INSTINCT

STIFIn Banten

By Indrawan Nugroho
Kalau DIA: Reaksinya spontan, serba-bisa, suka membantu, generalis. pencari kebahagiaan, ingin selalu terlibat, cepat beradaptasi, pola bicaranya pendek, berfikirnya simple, penghubung yang baik, maka dia INSTINCT. Taklukkan dgn 10 Kunci INSTINCT.
Di artikel Saya sebelumnya, ‘Beda Orang Beda Perlakuan’, Saya sudah ceritakan tentang ke-5 Mesin Kecerdasan (MK). Salah satu dari ke-5 itu: SENSING, THINKING, INTUITING, FEELING, atau INSTINCT merupakan MK dominan kita. Ingat ya, kalau hubungan kamu mau harmonis maka perlakukanlah dia sesuai dengan Mesin Kecerdasannya
Nah hari ini saya uraikan 10 cara terbaik kamu dalam memperlakukan orang INSTINCT.  Siap ya?
  1. Orang INSTINCT bereaksi secara spontan. Dia cepat merespon perintah. Termasuk cepat marah – cepat reda.
  2. Orang INSTINCT multi-talented. Bisa jadi tangan kanan terbaik. Apapun kelemahanmu, dia bisa lengkapi.
  3. Orang INSTINCT suka membantu. Temani ia dalam membantu sesama maka dia akan respek sama kamu.
  4. Orang INSTINCT generalis alias suka yang bersifat umum. Perluas wawasannya, jangan paksa ia jadi spesialis.
  5. Orang INSTINCT adalah pencari kebahagiaan. Siapapun kamu, buatlah ia bahagia, ia akan menerimamu apa adanya.
  6. Orang INSTINCT ingin selalu terlibat, jika tidak ia akan merasa tidak berguna. Maka libatkan ia dalam aktivitasmu.
  7. Orang INSTINCT cepat beradaptasi. Ditengah perubahan (apapun) dia akan selalu bisa kamu andalkan.
  8. Orang INSTINCT pola bicaranya pendek. Tanya harga – jawab harga. Jangan bertele-tele. Ya atau tidak.
  9. Orang INSTINCT berfikirnya simple. Jangan ngomong muter-muter. Apalagi ketinggian. Todepoin aja.
  10. Orang INSTINCT adalah penghubung yang baik. Aksesnya luas. Bangun jaringan bersamanya.
Nah itulah 10 Kunci INSTINCT. Ayo segera temukan apa Mesin Kecerdasan si DIA, jika ternyata INSTINCT, maka taklukkan DIA dengan 10 Kunci INSTINCT diatas. LANGSUNG PRAKTEKKAN YA! Kalau ada yang mau tanya-tanya, silakan langsung tulis di box reply dibawah ini.

Rabu, 27 Juni 2012

Insting (In)

STIFIn Banten

In adalah singkatan dari Insting.  Menggunakan dua huruf supaya tidak sama dengan singkatan Intuiting.  Jika dua huruf In bergandengan merupakan identitas sebagai Mesin-Kecerdasan.  Menurut konsep STIFIn ragam Mesin-Kecerdasan hanya ada lima, dan In adalah salah satu diantara 5 Mesin-Kecerdasan tersebut.  Pada Mesin-Kecerdasan In tidak memiliki kemudi kecerdasan, baik introvert (i) ataupun extrovert (e).  karena secara fisik otak tengah yang menjadi milik In memang tidak memiliki lapisan yang berwarna abu-abu dan putih. Dengan demikian In selain berperan sebagai Mesin-Kecerdasan juga merupakan kepribadian genetik. 

Pengertian sederhana dari Insting adalah jenis kecerdasan atau kepribadian genetik yang berbasis kecerdasan naluri atau indera ketujuh yang proses kerjanya dikemudikan secara otomatis karena tidak memiliki kemudi.  Kepribadian In ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan berkorban bagi kepentingan yang lebih besar melebih delapan jenis kepribadian yang lain.  Kelebihan ini disepadankan dengan kecerdasan berkorban atau disebut AQ (Altruist Quotient).

Sistem operasi pada tipe In berada di belahan otak tengah.  Otak tengah menyangga keempat belahan otak sama baiknya.  Jika otak tengah kuat maka pada tingkat tertentu dapat membantu memperkuat keempat belahan otak lainnya.  Terutama karena otak tengah menjadi hub bagi keempat belahan otak lainnya sehingga proses koordinasi, harmonisasi, dan keseimbangan otak dapat berjalan secara baik.

Karena tidak memiliki kemudi, otak tengah akan member reaksi spontan pada setiap stimulus yang masuk.  Meski syaraf terlebih dahulu tiba di otak tengah sebelum menyebar kepada empat belahan otak lainnya namun bukan berarti keempat belahan otak itu tidak dilibatkan ketika otak tengah merespon sesuatu.  Meskipun tanpa kemudi proses koordinasi respon holistik oleh seluruh otak terjadi.  Hal itu ditunjukkan oleh kemampuan otak tengah merespon secara holistik pada setiap respon datang.

Mesin-Kecerdasan In sesungguhnya identik dengan reflek.  Mereka memiliki reflek yang cepat.  Reflek yang bersumber dari hasil pengolahan yang holistik ini membuat tipe In dalam kesehariannya mudah beradaptasi.  Ia seperti dapat mengakses sama baiknya kepada empat belahan otak yang lain.  Bahkan secara fisik pun tipe In memiliki kemampuan adaptasi fisik yang baik terhadap lingkungan.  Pada cuaca lingkungan dan mental seperti orang S ia akan menyesuaikan sseperti orang S juga. Demikian seterusnya dengan tiga belahan otak yang lain.

Bentuk badannya datar (stenis) ditandai dengan garis bahu yang lurus rata ke samping.  Dengan bentuk badan yang datar ditambah leher yang pendek dengan posisi otak tengah yang paling dekat dengan tulang belakang dan pada saat yang sama otak tengah tersebut menyangga keempat belahan otak sama baiknya maka hal itu membuat tipe In memiliki fungsi tubuh yang serba bisa.  Fungsi keserba-bisaannya yang digabungkan dengan kekuatan refleknya membuat tipe In seolah-olah akan survive diletakkan di lingkungan seperti apapun atau diterjunkan di profesi apapun.

·      Intisari Tentang Anda:Kecerdasan Anda Insting yang berarti merujuk kepada naluri sebagai indera ke tujuh Anda, yang dilengkapi dengan kemampuan serba-bisa.  Kecerdasan tersebut dikemudikan secara otomatis sehingga membuat Anda responsif, mudah beradaptasi, dan banyak kawan.

·      Sistem operasi otak berada di:
Belahan Otak Tengah, Lapisan tidak ada
·      Jenis kecerdasan:
Altruist Quotient (kecerdasan dalam bekerja untuk orang lain)
·      Peranan:
Partner (Mitra)
·      Kelebihan:
3rd eye (Mata ketiga)
·      Target:
Growth (Pertumbuhan)
·      Harapan
Contributing (Kontribusi)
·      Arah Merek
Merek pada keperanannya
·      Tabiat terhadap uang
Penolong
·      Bentuk Jasmani
Stenis atau datar
·      Kekuatan Jasmani
Adaptasi fisik
·      Fungsi Tubuh
Serba-bisa
·      Personality (kepribadian) yang kuat yang dapat diriset  secara prikometrik:
balanced                                         :  Tetap pendirian, stabil, teratur
Compromising                                 :  Mencurigakan
Peaceful                                          :  Tenang, damai
Resourceful                                     :  Banyak akal
Simple                                             :  Sederhana, biasa, bersahaja
forgiving                                          :  Mudah memaafkan
Occupied                                        :  Mengisi/memakan/mempergunakan waktu
Flowing                                           :  Mengalir
Smooth                                           :  Sopan, ramah, halus
Intermediary                                    :  Perantara, penengah

·      Empat Kata Kunci
Merangkai, reflek, berkorban, otomatis
·      Cara Belajar:
Merangkai bacaan menjadi rangkuman dan mengurai kembali sampai tuntas, gunakan latar musik.
·      Mengingkatkan Minat Belajar    : 
Hilangkan tekanan dengan scaffolding (dibimbing dari dekat) sesaatnya.
·      Klu diri
Mencari Peran untuk memultitasking-kan pengabdiannya
·      Kemistri
Selalu Bahagia

·      Keutamaan Sekolah menuju       karir di industri yang sesuai:  
Musik/Performance, Jasa, Kulinary (berhubungan dengan masakan),  agama/budaya/charity.
·      Sekolah menuju profesi pilihan lainnya:
Pembalap, entertainer, agamawan, aktivis, musik, chef, jurnalis, pengetahuan umum, performance, spiritualis, birokrat, pelayan masyaraka, mediator, tangan kanan untuk semua posisi dan semua industri, kolumnis, generalis, presenter serba-bisa, atlit serba-bisa, dll

·      Sisi positif yang perlu dibina dan hal yang perlu diwaspadai dari anda sendiri:
Spiritualis yang hebat namun juga individu yang galak dan temperamental, nalurinya tajam, dan pandai meramal namun peragu dan tidak punya prinsip, isi kepala lengkap sebagai generalis namun membuatnya tanggung tidak tuntas, ingin tenang dan bahagia tapi kurang assertive (tegas), sangat responsif, cepat, dan komprehensif (luas, meliputi banyak hal) namun dalam kontektualitas sebatas ad hoc (khusus) dan kurang jangka panjang, jujur dan polos namun seringkali naif

Ciri Kepribadian Insting (In)
Kepribadian ini jenis calon spiritualis yang hebat.  Otak reptilia yang dimilikinya membuat mereka seperti galak dan temperamental.  Namun Tuhan memasukkan otak spiritual ke golongan ini. Kondisi keseharian meraka berada diantara rentang kebinatangan dan kespiritualan yang tinggi. Setiap hari selalu terjadi tarik menarik. Mereka memiliki naluri yang tajam, pandai meramal dan kemampuan spekulasinya tinggi. Nalurinya yang tajam diantaranya jika pasangan hidupnya berselingkuh mereka dapat mencium bau perselingkuhan itu.  Hal yang mengganggu ketajaman nalurinya adalah karena mereka peragu dan tidak punya prinsip. 
Mudah didikte oleh pengaruh luar yang kuat. Isi kepalanya yang lengkap telah mencetak mereka menjadi seorang generalis.  Bukan hanya itu, bahkan mereka memiliki kemampuan ensiklopedik yang baik.  Dirinya mudah melakukan kasyaf dalam beribadah karena kehadiran otak spiritualnya. Mereka merasa sangat risih bilamana terjadi kisruh dalam kehidupannya.  Mereka pencari kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian. Cara berpikirnya pendek.  Daripada konflik lebih bagus menghindar, tanpa harus berpikir dampak jangka panjang. Dalam mengambil langkah, menjalankan program, dan mengambil keputusan bisa sangat responsif, cepat, dan selalu keluar solusi ad hock. Reaksinya yang spontan sedikit terganggu oleh bawaan dirinya yang lamban. 
Mereka  jujur dan polos, namun mudah terganggu oleh keadaan sekitarnya. Kemurnian diri mereka membuat terlihat bijak, namun mengarungi realitas kehidupan yang menanjak mereka cepat jatuh pasrah. Kemampuan mereka lengkap namun tidak tuntas pengunaannya.