Selasa, 22 April 2014

Penjelasan Hasil Tes INTUITING INTROVERT (Ii)

beni badaruzaman

Penjelasan Hasil INTUITING INTROVERT
Ii adalah singkatan dari Intuiting introvert. Jika huruf I berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan I adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Ii su- dah menjadi identitas kepribadian. I ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Intuiting introvert adalah jenis ke- pribadian yang berbasiskan kecerdasan indera keenam (intuisi) yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar diri- nya. Kepribadian Ii ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan kreativitas dan intuisi yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan kreatif atau disebut CQ (Creativity Quotient).
Sistem operasi pada tipe Ii berada di belahan otak bagian atas di sebelah kanan atau disebut sebagai otak besar kanan atau diringkas otak kanan. Pada otak kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Otak kanan putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ii.
Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung dendrit lebih banyak. Kerapatan yang le- bih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam keluar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ ketika memiliki ide yang bagus seperti diberi mesin roket untuk terbang ke angkasa bersama ide tersebut.
Mesin kecerdasan I sesungguhnya identik dengan perut panjang. Mereka memiliki perut yang panjang dimana di dalamnya terdapat usus yang panjang. Perut panjang tersebutrupanya merupakan ciri bagi orang Iyang mengolah makanan menjadi tenaga anaerobik dan disim- pan dalam otot yang berwarna putih. Tenaga anaerobik yang terdapat pada otot putih ini merupakan tenaga yang tidak stabil dan meledak- ledak. Itu mengapa jenis tenaga ini akan bagus untuk melakukan sprint dengan kecepatan tinggi. Tenaga anaerobik merupakan tenaga yang eksplosif. Tentu saja otot putih ini mesti sering digunakan supaya otot berkembang dan memiliki kapasitas menyimpan tenaga anaerobik yang lebih banyak. Tipe Ii terlebih lagi karena ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya menyebabkan Ii seperti memiliki daya ledak yang kuat. Selain memiliki bentuk (konstitusi) fisik yang astenis (jangkung) tebal juga orang Ii memiliki tubuh sebagai pe- nunjang bagi kepalanya untuk pergi terbang jauh bersama gagasannya. Oleh karena itu seringkali pada orang I secara umum memiliki bentuk bahu yang miring seolah-olah ibarat roket yang dipandu oleh kepal- anya, khususnya otak kanannya.
Perut panjang mengolah makanan secara rakus dan menyim- pan pada otot putihnya sebagai tenaga anaerobik. Tenaga anaerobik ini memiliki kemampuan untuk melakukan sprint. Bergerak secara eks- plosif namun kemudian cepat habis. Namun pada kemudi yang intro- vert masih bisa didorong hingga mampu mencapai jarak menengah. Tetap tidak bisa untuk jarak jauh karena untuk yang ini hanya mung- kin jika menggunakan tenaga aerobik. Itulah mengapa orang I kurang suka main otot karena ia tahu bahwa pada dirinya hanya tersedia lebih banyak otot putih dan kurang memiliki otot merah yang mengandung tenaga aerobik.
Tipe I lebih suka menggunakan kepala namun jenis kepala sebe- lah kanan yang tidak membuat merengut seperti kepala sebelah kiri, kepala kanan justru lebih nyeleneh. Disebabkan fungsi kepala kanan- nya inilah, tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan berkelas yang membutuhkan kualitas yang bersumber dari sumberdaya kreativitas yang dimilikinya. Kemudian digabungkan dengan kecerdasan yang berbasiskan indera keenam, maka fungsi kepala kanan akan membuat tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan necis yang tidak kotor oleh keringat. Hal itu juga yang membuat tipe I memilih peran sebagai sutradara di belakang layar yang memberi ide dan inspirasi kepada para pemain yang berada di lapangan atau di panggung. Jika tipe I nya dikemudikan dari dalam menjadi tipe Ii akan mun- cul sifat ingin serba sempurna. Hal itu membuat Ii menyukai berperan sebagai seorang penggagas yang menginisiasi atau memulakan peker- jaan dengan target melakukan perubahan atau memberi nilai tambah pada pekerjaannya. Kemampuannya menangkap bahasa langit atau memprediksi kejadian yang membuat tipe I berani mengambil risiko. Hal inilah yang membuat tipe I sangat berminat menjadi pengusaha atau pebisnis yang sejatinya berani menghadapi risiko gagal.
Jenis Ii memiliki kelebihan otomatis yang berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa mencari kualitas. Dan kualitas itu diciptakan dari pangkalnya, sehingga membuat tipe Ii sangat getol mencari penemuan- penemuan atau penciptaan-penciptaan baru. Kelebihannya justru ter- letak pada orientasinya untuk mengadakan sesuatu yang sebelumnya belum ada. Ia mencari kepuasan. Jika ciptaannya kemudian diakui sebagai penemuan baru maka baginya itu menjadi kepuasan yang tak terhingga. Demikian juga tabiatnya terhadap uang, ia akan membelan- jakan uangnya untuk berinvestasi terhadap kualitas dirinya atau ciptaan- nya agar ia memperoleh kepuasan secara berkelas.
Berkat kesungguhannya untuk menciptakan sesuatu yang baru itulah yang membuat ia hanya akan puas jika menghasilkan sesuatu yang signifikan (berbeda secara nyata). Harapannya selalu mencipta se- suatu yang baru sehingga pada akhirnya secara akumulatif ia berhasil mengubah keadaan dirinya atau lingkungannya secara signifikan.
Kemampuannya untuk selalu mencipta, memberi nilai tambah, menghasilkan perubahan yang signifikan, dan menjaga kesempunaan itulah yang membuat orang Ii memiliki merek yang melekat pada dirinya sebagai sosok yang memiliki kualitas kerja yang tinggi. Tipe Ii tidak mementingkan kuantitas (volume) tapi justru sangat mementingkan kualitas (menghasilkan marjin yang besar). Sehingga kesungguhannya untuk menjaga kualitas kerjanya menjadi jaminan bagi orang lain yang ingin bekerjasama dengannya.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Ii mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn ke sepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: learner, assertive, perfectionist, crafty, hard to please, proud, optimistic, deep, tenacious, dan selling valuable(bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Dalam proses belajarnya ia selalu berfokus pada memahami kon- sep. Upaya untuk memahami konsep itu tidak mudah oleh karena itu jika ia dibantu dengan ilustrasi, grafis, dan film akan memudahkan bag- inya untuk memahami konsep dari setiap pelajaran. Kemudian proses belajarnya juga dapat ditransfer dari bahasa tubuh si pengajar. Oleh karena itu tipe Ii akan menyukai dosen atau guru yang ekspresif da- lam berkomunikasi baik dari aspek konten pilihan kata ataupun dari cara deliverinya. Konten pelajaran yang disukainya adalah konten yang menggugah keingintahuannya atau memberi inspirasi baru baginya. Juga ia menyukai cerita-cerita petualangan yang fiktif karena hal itu akan membuka cakrawala fantasinya. Pemberian motivasinya cukup dengan ditantang melihat masa depan yang lebih baik. Tipe Ii memiliki optimisme yang kuat dan juga keras kepala untuk memperjuangkan kemauannya. Dengan memvisu- alkan ‘big picture’ tentang masa depannya maka akan lebih mudah ia membangun sendiri rute keberhasilannya. Demikian pula dalam kegia- tan belajarnya, ia akan lahap membaca buku jika sudah melihat man- faatnya.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu marketing/periklanan, lifestyle/mode, penerbangan, agro- forestry. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau pro- fesi seperti pilihan berikut ini: pengusaha/investor, bisnis pendidikan/ pelatihan, penulis sastra, cinematrografis, detektif, seniman, pengusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum, pencipta lagu, reengineer- ing, proyeksi, peramal bisnis, pemain saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), pelatih olahraga pertanding- an, penyembuh, cenayang, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Ii adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: mengarang, perut panjang, perubahan, danmenerbangkan. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan kreativitas, mengandalkan tenaga anaerobik (karena perutnya panjang) atau tenaga tidak stabil yang melompat-lompat dan meledak-ledak, dan jenis jurusan atau profesi yang bernafaskan perubahan, serta memiliki ciri menerbangkan ide menjulang ke langit yang tinggi. Artinya menghendaki perubahan yang signifikan dan radikal.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Ii memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: berpikir positif namun sekaligus mengkhayal ala ‘time tunnel’ seolah-olah semua bisa terjadi, menyenangkan sebagai mitra bisnis namun tidak suka bicara pribadi, percaya diri sangat tinggi na- mun memacu ‘mesin’nya terlalu cepat seolah tanpa rem, atraktif dan estetik namun terkadang melewati jamannya, meski mahir membuat konsep tapi juga menguasai pekerjaan hilirnya namun menjadi terlalu masa-bodo dengan lingkungannya, terbuka dengan perbedaan penda- pat namun tetap keras kepala dengan keyakinannya. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka se- cara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Disain keberhasilan hidupnya ditandai dengan kemampuannya menjalankan PROGRAM untuk menginkubasi ciptaannya. Idenya tidak pernah habis karena radar vertikalnya diberi roket dari dalam. Tipe I memiliki kemistri KATA atau berupa ilmu dan gagasan. Kata yang beru- pa ilmu dan gagasan tersebut akan mudah diadakan baginya. Namun ide saja tidak cukup. Karena ide itu harus diterbangkan setinggi-ting- ginya. Proses menerbangkan ide dimulai dengan cara mematangkan ide tersebut, dibuat infrastuktur untuk menerbangkan ide tersebut. Wujud konkrit mematangkan ide dan mempersiapkan infrastrukturnya yaitu jika ide tersebut telah mewujud menjadi program dengan segala prana- tanya. Semakin banyak program yang bisa digarap untuk merealisasi- kan mimpi-mimpi dan gagasannya semakin ia menemukan jati dirinya.

Penjelasan Hasil Tes THINKING EKSTROVERT (Te)

beni badaruzaman

Penjelasan Hasil THINKING EKSTROVERT
Te adalah singkatan dari Thinking extrovert. Jika huruf T berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan T adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Te su- dah menjadi identitas kepribadian. T ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Thinking extrovert adalah jenis ke- pribadian yang berbasiskan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Kepribadian Te ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan menalar secara meluas dalam bentuk pengendalian manajemen dan logika yang lebih efektif yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan logika atau disebut LQ (Logical Quotient).
Sistem operasi pada tipe Te berada di belahan otak bagian atas di sebelah kiri atau disebut sebagai otak besar kiri atau diringkas otak kiri. Pada otak kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Otak kiri abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Te. Lapisan yang berwarna abu-abu memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung dendrit lebih sedikit. Kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi lebih beradaptasi dengan lingkung- an luarnya, karena dari lingkuangan luar itulah ia mendapatkan energi untuk memutar kepalanya. Energi yang datang untuk mengolah otak kirinya datang dari luar dirinya.
Mesin kecerdasan T sesungguhnya identik dengan tulang. Me- reka memiliki tulang yang besar dan kuat. Dengan bentuk tubuh (kons- titusi) yang piknis terlihat unsur tulang secara proporsional menjadi dominan. Disebut piknis karena ukuran badan volumenya lebih ke- cil dibanding tipe lain sementara volume tulangnya paling dominan dibanding tipe lain. Akibatnya tulang kerangka menyangga beban yang lebih ringan sehingga mudah bergerak kesana-kemari. Itulah mengapa disebut piknis. Tipe Tetidak memiliki baterai (charger) di dalam dirinya dan justru ia menghadirkan dari luar. Hal inilah yang menyebabkan Te seperti memiliki tulang yang kurang tenaga. Meskipun proporsi tulang lebih dominan dibanding ukuran badannya, namun orang T se- cara umum juga malas bergerak meskipun mereka sebetulnya mudah bergerak. Hal ini disebabkan pada mesin kecerdasan T tenaga yang tersedia cenderung disedot oleh kepala. Padahal penggunaan energi oleh kepala memakan energi yang besar. Disebabkan fungsi kepala yang dominan, tipe T lebih senang jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras sehingga dapat menyelesai- kan masalah hingga tuntas. Ia dapat menyusun serangkaian logika se- bagai metode untuk menyelesaikan masalah. Hal inilah yang membuat orang T dianggap bertangan dingin. Setiap masalah yang menjadi tang- gungjawabnya dapat diselesaikan dengan baik. Kemudian jika kemam- puan kepala tersebut digabungkan dengan karakter tulang yang kokoh maka akan melahirkan kepribadian yang teguh dan keras kepala.
Jika tipe T nya dikemudikan dari luar ke dalam menjadi tipe Te akan muncul sifat-sifat utama yang adil, objektif, dan menerima argu- mentasi logika. Hal itu membuat Te menyukai berperan layaknya se- orang komandanyang memimpin dengan otoritas penuh untuk me- mastikan keadilan dan logika dapat berjalan secara efektif. Peranannya yang seperti komandan itu diikuti dengan kemampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi yang baik. Organisasi akan dikelola seperti pabrik, atau seperti tentara, atau seperti birokrat, atau seperti atasan- bawahan karena otoritas sepenuhnya berada di tangannya. Cara or- ganisasi yang seperti inilah yang kemudian membuatnya berhasil dalam melipatgandakan hasil atau produksi.
Jenis Te memiliki kelebihan secara alamiah yang tercermin dari cara kerjanya yang selalu mencari peluang untuk melipatgandakan. Memperlakukan pekerjaannya dengan mengendalikan proses secara tepat yang menimbulkan produktivitas pelipatgandaan.Kemampuan mengendalikan proses produksi menjadi jalan sukses untuk memper- oleh kekuasaan. Ia akan menjadi sangat terpukul jika pada akhirnya ia tidak diberi otoritas untuk mengambil keputusan. Targetnya adalah mendapatkan otoritas penuh. Dengan otoritas tersebut ia dapat men- gendalikan secara penuh jalannya organisasi.Iaakan mengendalikan organisasi dengan memberikan instruksi, pengarahan, dan briefing- briefing. Pendek kata ia pandai mengumpulkan kekuatan untuk meng- hasilkan kemenangan bagi diri dan organisasinya. Hal itu sejalan de- ngan tabiatnya terhadap uang. Tipe Te adalah tipe yang paling mampu mengelola keuangan dengan cara mengakumulasi atau mengumpulkan. Cara membelanjakan pengeluaran sebenarnya sangat rasional namun punya kemampuan taktis jika ia melihat ada peluang untuk mengaku- mulasi keuntungan.
Kemampuan kepemimpinan melalui managerialship-nya tipe Te sangat bagus. Bahkan ia diberi merek karena kemampuan mana- gerialshipnya yang efektif. Jika ada pertarungan untuk menunjukkan ke- mampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi agar organisasinya dapat selalu naik kelas karena selalu menciptakan produksi yang berli- pat ganda maka tipe Te lah sebagai sosok yang akan memenangkannya. Selain karena memang dirinya yang haus kemenangan juga karena me- mang managerialnya memang sistematis dan efektif.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Te mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: thoughtful, analytical, competitive, reserved, planner, positive, argumentative, forceful, formal, justice (bahasa Inggris diper- tahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Pada umumnya orang Te tidak mengalami masalah dalam hal be- lajar. Pelajaran pada umumnya memerlukan cara kerja otak yang me- nalar, berhitung, dan menstrukturkan. Pada orang Te ia sudah terbiasa menalar bacaan untuk mendapatkan logika dengan membuat struktur dan skema yang memudahkan, karena orang Te sebenarnya tidak ingin terlalu jelimet. Otak kirinya selalu memerlukan ‘fooding’ dalam ben- tuk selalu berpikir atau pada dasarnya ia suka berpikir, baik diminta ataupun tidak diminta. Hasil akhirnya menyebabkan orang Te menjadi orang yang paling berwawasan karena kumpulan buku yang dibacanya cukup lengkap, meski penguasaan setiap topiknya tidak terlalu men- dalam, namun ia sudah mendapat struktur berpikirnya pada setiap ba- caannya. Sehingga kemampuan terhadap pelajaran bukan berasal dari detail mikroskopiknya melainkan dari pengembangan wawasannya.
Cara yang paling efektif untuk memotivasi dirinya adalah diberi kesempatan untuk berkompetisi untuk mengalahkan yang lainnya. Ia merasa dibantu jika selalu dibukakan jalur kemenangan untuk menga- lahkan lawan-lawannya di berbagai peringkat. Dan sebaliknya ia mera- sa hampa dan geregetan jika ia tidak dapat bertarung karena ia merasa memiliki kapasitas untuk mengalahkan lawan-lawannya.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu manajemen/kepemerintahan, manufacturing , properti, peter- nakan. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: ristek, IT, bisnis pertambangan, ahli konstruk- si, bisnis kesehatan, garmen, peneliti, fabrikan, perminyakan, penge- boran, programmer, dokter, apoteker, ekonom, manajer, dosen/guru, property,insinyur, fisikawan, kimiawan, konsultan managemen, tek- nokrat, birokrat, pajak, produsen, quality control, auditor, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, deve- loper, atlit (pertandingan), dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Te adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: menalar, tulang, mandiri, dan meluas. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya nalar, mengandalkan pendirian yang kuat atau bahkan profesi yang betul-betul mengandalkan tulang dalam pengertian sesungguhnya (spt atlit balap sepeda, tae kwon do, lari, renang khusus gaya dada, dsb) dan dapat memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta bidang- bidang yang memerlukan logika umum yang meluas seperti manaje- men, menjadi komandan, atau birokrat.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Te memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: menyukai kemenangan. seperti seorang penakluk namun kurang stamina untuk terus menerus bertanding, kebenaran empirik hanya datang dari pengalaman dirinya namun tidak suka ke- benaran dari nasihat orang lain, pandai mengakumulasi keuntungan dengan coverage yang luas namun kurang mahir dalam membuat pri- oritas jangka panjang, perannya sangat sirkulatif di semua entitasnya hanya sayang kurang pandai membaca aspirasi, memiliki siklus hidup yang dinamis namun terlalu normatif. Oleh karena itu perlu berwaspa- da dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Disebabkan karena kemampuan pengendaliannya terhadap span of control yang besar, kemampuan logika umumnya, kemampuannya dalam melipatgandakan hasil, karakternya yang seperti tulang (atau iba- rat besi yang kokoh), bahkan keberadaan tulangnya yang lebih domi- nan dibanding ukuran badannya menjadikan orang Te akan jauh lebih sukses kalau ia memiliki PABRIK untuk menjalankan ‘mesin’nya. Orang Telebih mengkonkritkan usahanya dalam wujud yang nyata dalam bentuk pabrik akan mesin pelipatgandaannya dapat berjalan dengan baik. Orang Te memiliki kemampuan untuk meraih TAHTA dimanapun jika segala macam unsur sumberdaya yang ada di bawah kekuasaan- nya dikelola secara mekanistik seolah-olah seperti pabrik. Atau jika ia memiliki pabrik dalam pengertian yang sesungguhnya maka akan memiliki kedudukan di masyarakat sebagai tokoh yang layak diberi tahta yang lebih tinggi. Kebesaran pabriknya akan sejalan dengan ke- besaran tahtanya atau kekuasaannya. Karena pada dasarnya tipe Te memang menjadi orang yang paling dicari tahta, karena pada dirinya melekat kharisma pemegang otoritas. Jika diberi amanah akan dijalankan dengan baik.

Penjelasan Hasil Tes THINKING INTROVERT (Ti)

beni badaruzaman

Penjelasan Hasil THINKING INTROVERT
Ti adalah singkatan dari Thinking introvert. Jika huruf T berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan T adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Ti su- dah menjadi identitas kepribadian. T ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Thinking introvert adalah jenis ke- pribadian yang berbasiskan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Kepribadian Ti ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan menalar secara mendalam dalam wujud penguasaan teknologi, mesin, dan mekanika yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini da- pat disepadankan dengan kecerdasan teknik atau disebut TQ (Technical Quotient).
Sistem operasi pada tipe Ti berada di belahan otak bagian atas di sebelah kiri atau disebut sebagai otak besar kiri atau diringkas otak kiri. Pada otak kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Otak kiri putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ti.
Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung dendrit lebih banyak. Kerapatan yang le- bih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam keluar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi membiayai sendiri keperluan untuk memutar kepalanya. Energi yang datang untuk mengolah otak kirinya datang dalam dirinya sendiri.
Mesin kecerdasan T sesungguhnya identik dengan tulang. Mereka memiliki tulang yang besar dan kuat. Dengan bentuk tubuh (konstitusi) yang piknis terlihat unsur tulang secara proporsional menjadi dominan. Disebut piknis karena ukuran badan volumenya lebih kecil dibanding tipe lain sementara volume tulangnya paling dominan dibanding tipe lain. Akibatnya tulang kerangka menyangga beban yang lebih ringan se- hingga mudah bergerak kesana-kemari. Itulah mengapa disebut piknis. Tipe Ti terlebih lagi karena ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya menyebabkan Ti seperti memiliki tulang yang bertenaga. Meskipun proporsi tulang lebih dominan dibanding ukuran badannya, namun orang T secara umum juga malas bergerak meskipun
mereka sebetulnya mudah bergerak. Hal ini disebabkan pada mesin kecerdasn T tenaga yang tersedia cenderung disedot oleh kepala. Pada- hal penggunaan energi oleh kepala memakan energi yang besar.
Disebabkan fungsi kepala yang dominan, tipe T lebih senang jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras sehingga dapat menyelesai- kan masalah hingga tuntas. Ia dapat menyusun serangkaianlogika seba- gai metode untuk menyelesaikan masalah. Hal inilah yang membuat orang T dianggap bertangan dingin. Setiap masalah yang menjadi tang- gung jawabnya dapat diselesaikan dengan baik. Kemudian jika kemam- puan kepala tersebut digabungkan dengan karakter tulang yang kokoh maka akan melahirkan kepribadian yang teguh dan keras kepala.
Jika tipe T nya dikemudikan dari dalam ke luar menjadi tipe Ti akan muncul sifat lebih mandiri. Hal itu membuat Ti menyukai seba- gai orang yang menguasai masalah dan dapat bekerja sendiri seperti seorang pakar. Kepakarannya menjadi lebih spesifik seperti seorang spesialis karena cara kerja kemudinya yang datang dari dalam ke luar dirinya sehingga ia memiliki mesin pendorong sendiri untuk menekuni atau menggali masalah secara khusus dan mendalam.
Jenis Ti memiliki kelebihan yang otomatis berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa efektif. Memperlakukan pekerjaannya dengan output per standar yang harus tinggi. Pekerjaannya mesti efektif dan menghasilkan kepastian yang tinggi.Pada akhirnya ia akan mengelola proses dan menata sistem sehingga pada akhirnya aktivitas berjalan dengan cara yang penuh kepastian. Target kerjanya menghasilkan kesta- bilan dalam penuh kepastian. Cara membelanjakan pengeluaran juga harus efektif. Termasuk dalam berbagi pun tipe Ti sangat berhitung. Ia lebih suka diminta menyumbang pikiran dibandingkan mengeluarkan uang jika dalam pertimbangannya dianggap tidak efektif.
Kemampuan pengelolaan tipe Ti sangat bagus. Ia mampu meng- kalkulasi segala macam unsur yang akan menimbulkan kesalahan yang diperkirakan mengganggu kerjanya. Dan mencari jalan keluar setiap masalah dengan belajar kepada informasinya yang direkamnya. Peng- harapannya terletak pada kemampuan pengelolaannya yang efektif menjalankan tugasnya sehingga ia semakin layak diberi otoritas yang lebih besar.
Kepakarannya menjadi merek dirinya. Dengan kepakarannya ia akan ‘kepake’ kemana-mana. Tarif per jamnya menjadi semakin mahal karena kepakarannya. Masyarakat luas atau pasar pada umumnya akan menyebut namanya ketika mencari pakar di bidang tertentu.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Ti mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: conventional, on time, scheduled, independent, focus, microscopic, mechanistic, conventional, responsible, dan scheme (ba- hasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Pada umumnya orang Ti tidak mengalami masalah dalam hal be- lajar. Pelajaran pada umumnya memerlukan cara kerja otak yang me- nalar, berhitung, dan menstrukturkan. Pada orang Ti ia sudah terbiasa
menalar bacaan untuk mendapatkan logika isi dan intisari bacaannya. Otak kirinya selalu memerlukan ‘fooding’ dalam bentuk selalu berpikir atau pada dasarnya ia suka berpikir, baik diminta ataupun tidak dimin- ta. Hasil akhirnya menyebabkan orang Ti menjadi orang yang paling la- hap membaca buku pelajaran dan sekaligus menjadi orang yang tingkat penguasaannya paling tinggi terhadap isi pelajaran.
Meskipun tidak dimotivasi tipe Ti sudah dengan sendirinya memi- liki kemandirian untuk belajar. Tetapi untuk meningkatkan atau meme- lihara motivasinya sebaiknya ia dapat didorong dengan cara memberi- kan recognisi dari orang yang dihormatinya. Recognisi berbeda dengan pujian. Recognisi lebih menyerupai sebagai penghargaan atau peng- akuan bahwa pada dirinya ada kemajuan dan diberikan oleh orang yang dihormatinya, seperti ibu-bapaknya atau gurunya atau seniornya atau bahkan dari lawan yang diseganinya.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara enam pilihan industri berikut ini, yaitu riset dan teknologi, informasi teknologi, pertambangan, kons- truksi, kesehatan, garmen. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilih- an jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: manajer/eksekutif/ yudikatif, manufactur, bisnis properti, peternakan, peneliti, fabrikan, perminyakan, pengeboran, programmer, dokter, apoteker, ekonom, manajer, dosen/guru, property,insinyur, fisikawan, kimiawan, konsul- tan managemen, teknokrat, birokrat, pajak, produsen, quality control, auditor, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, atlit (pertandingan), dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Ti adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: menalar, tulang, mandiri, danmendalam. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya nalar, mengandalkan pendirian yang kuat atau bahkan profesi yang betul-betul mengandalkan tulang dalam pengertian sesungguhnya (spt atlit balap sepeda, tae kwon do, lari, renang khusus gaya dada, dsb) dan dapat memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta bidang- bidang yang memerlukan kedalaman atau spesialisasi seperti insinyur atau teknokrat.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Ti memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: sangat logis namun jika mentok malah bergantung pada faktor x, mengelola secara hebat namun penakut untuk keluar dari zo- nanya, di balik kemandiriannya ia menyimpan rahasia dan ‘masking’, sebenarnya ia agresif tapi ia ingin ‘diladeni’, mengadili secara hitam- putih namun mudah diprovokasi, jeli dan objektif namun terkadang ga- gal menangkap kontekstualitas gambar besarnya, menjadi mesin profit yang mahir namun sering terjebak oleh hal-hal sepele.Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka se- cara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Disebabkan karena spesialisasinya, kepakarannya, kemampuan otak kirinya, kemandiriannya, karakternya yang seperti tulang (atau iba- rat besi yang kokoh), bahkan keberadaan tulangnya yang lebih dominan dibanding ukuran badannya menjadikan orang Ti akan jauh lebih sukses kalau ia memiliki TAPAK untuk menekuni aktivitasnya. Orang Ti jangan menjalankan usaha yang tidak memiliki tapak/markas/kantor/bengkel permanen karena akan menyebabkan usahanya tidak stabil dan tidak
terstruktur. Ia harus memulai dari lokasi tertentu dan menumbuhkem- bangkan hingga besar. Lokasi itulah tapak yang kan membuat orang Ti meraih TAHTA sebagai kekuasaannya. Kebesaran tapaknya akan sejalan dengan kebesaran tahtanya atau kekuasaannya. Karena pada dasarnya tipe Ti memang menjadi orang yang paling bertahta, sepanjang ia beru- saha mencarinya dimulai dari tapaknya.

Penjelasan Hasil Tes Sensing Extrovert (Se)

beni badaruzaman

Penjelasan Hasil SENSING EKSTROVERT
Se adalah singkatan dari Sensing extrovert. Jika huruf S berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan S adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Se su- dah menjadi identitas kepribadian. S ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Sensing extrovert adalah jenis kepri- badian yang berbasiskan kecerdasan lima-indera yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Kepribadian Se ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan fleksibilitas dan kekuatan otot yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan fisik atau disebut PQ (Physical Quotient).
Sistem operasi pada tipe Se berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kiri atau disebut sebagai limbik kiri. Pada limbik kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Limbik kiri abu-abu itu- lah yang menjadi sistem operasi tipe Si.
Lapisan yang berwarna abu-abu memiliki tekstur otak yang lebih renggang karena mengandung dendrit yang lebih sedikit. Kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam. Hal ini me- nyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi seolah lebih malas untuk bergerak karena sumber bioritmiknya tergantung pemicu dari luar.
Mesin kecerdasan S sesungguhnya identik dengan otot. Mereka memiliki otot yang kuat. Otot yang kuat itu disebabkan karena orang S memiliki otot merah tempat menyimpan tenaga aerobik. Tentu saja otot itu mesti sering digunakan supaya otot berkembang menyimpan tenaga aerobik yang lebih banyak. Tipe Semenyimpan potensi tenaga yang besar namun sangat tergantung dengan ketersediaan baterai (char- ger) yang justru ada di luar dirinya menyebabkan Se cenderung seperti diesel yang memulai dengan lambat tapi lama kelamaan akan semakin kuat. Bentuk (konstitusi) fisiknya atletis tetapi cenderung berukuran mungil namun ditunjang oleh keberadaan motorik halus sehingga memiliki ke- mampuan fleksibilitas fisik yang mengagumkan.
Otot memiliki kemampuan mengingat yang disimpan pada bagian sel otot yang disebut dengan myelin. Otot yang terlatih memiliki myelin
yang lebih berharga. Kelebihan orang S justru terletak di harga myelin- nya yang lebih terlatih.
Disebabkan fungsi otot, tipe S lebih senang jenis pekerjaan yang memerlukan keuletan karena mereka memiliki stamina yang lebih he- bat. Kemudian digabungkan dengan kecerdasan yang berbasiskan pan- ca indera, maka fungsi otot akan membuat tipe S menyukai pekerjaan berkeringat. Hal itu juga yang membuat tipe S memilih peran seba- gai pasukan paling depan ketika berada di lapangan atau di panggung dibandingkan dengan menjadi orang di belakang layar.
Jika tipe S nya dikemudikan dari luar ke dalam menjadi tipe Se akan muncul sifat lebih pemalu dan pencemas, namun berani men- coba sekaligus memanfaatkan potensi tenaganya yang sedia ada. Bah- kan pada urusan untuk tampil ke depan jika ia sudah ditempa dengan latihan yang disiplin dan pengalaman justru ia merasa paling berhak untuk berada di barisan paling depan, meskipun awalnya pemalu. Tipe Semerasa tidak punya pilihan harus berada di depan karena selain le- bih sederhana juga lebih fun (menyenangkan). Tipe Se sanggup untuk bekerja keras agar dapat terpilih sebagai barisan paling depan. Selain ia sanggup mengerjakan pekerjaan rutin ia juga bersedia difungsikan sebagai frontliner dalam suatu pekerjaan. Termasuk ketika ia menekuni profesi seperti menjadi atlit, penyanyi, artis, pekerja, atau kalau pun menjadi pengusaha maka ia lebih merasa yakin dengan pengalamannya sehingga ia akan menangani bisnisnya memulai dari paling depan.
Jenis Se memiliki kelebihan yang cenderung lebih dermawan. Juga di sisi lain dalam membelanjakan untuk dirinya cenderung lebih boros. Dengan kedermawanannya terutama untuk membelanjakan orang lain akan membuat ia kerapkali mendapatkan momentum bisnis yang ba- gus. Memperlakukan pekerjaannya sebagai aktivitas yang menyenang- kan. Bahkan hidupnya pun cenderung ingin bersenang-senang, oleh karena itu ia menjadi pembelanja yang boros karena cenderung ingin menikmati hidup. Jika menolong orang cukup dengan memberi uang. Ia merasa tanggung jawabnya selesai jika sudah menangani masalah dengan memberi uang.
Berkat kestabilannya dalam bekerja dan selalu terhubung de- ngan lingkungannya (karena lingkungan justru menjadi chargernya) serta membeli dukungan lingkungan dengan kedermawanannya maka akhirnya membuat orang Se memiliki banyak peluang bisnis yang menjadi momentum terbaik untuk dimanfaatkan. Kebiasaannya selalu mencari peluang baru terkadang tergelincir menjadi sosok yang lebih opportunistik. Namun baginya peluang bisnis harus diambil sebagai momentum untuk menghasilkan pendapatan (generate income). Hal inilah yang menyebabkan orang Se seperti cenderung bergerak dari satu proyek ke proyek lainnya.
Rutinitas atas apa yang dilakukannya dan minatnya yang besar un- tuk menangkap peluang membuat orang Se memiliki merek yang me- nempel pada dirinya yaitu sebagai sosok yang menjadi jaminan sukses terhadap setiap kerjasamanya. Merek tipe Se dikenal dengan merek dirinya yang menjadi jaminan terselenggaranya kerjasama dengannya. Jika terdapat investor yang ingin bekerja sama dengannya maka apa yang tertanam di benak investor tersebut adalah bahwa dirinya diang- gap sudah punya pengalaman dan track record yang bagus untuk men- jalankan investasinya.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Se mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: adventurous, playful, demonstrative, generous, repeti- tious, show offs, inoffensive, endurance, deterministic, dan steady (ba- hasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Cara orang Se dalam mempelajari sesuatu dilakukan dengan meng- hafal bacaannya. Supaya bacaannya lebih mudah dikuasai mengapa tangannya harus ikut bergerak dengan jalan menandai bacaan-bacaan yang dianggap penting. Tipe Se memiliki kemampuan merekam secara visual yang lebih mengagumkan. Seringkali merekam peristiwa akan menjadi kelebihannya justru ketika ia ingin mempertontonkan kebo- lehannya. Urutan peristiwa secara detail dapat direkam dengan sek- sama. Oleh karena itu cara belajar dengan menggunakan alat peraga secara visual akan menjadi keutamaan baginya. Namun diantara faktor yang paling membuatnya menguasai pelajaran jika ia mengulang-ulang mengerjakan latihan soal atau memecahkan masalah. Pengalaman- nya dalam melakukan sesuatu selalu menjadi bekal keberhasilannya. Mencoba langsung dan mengalami sendiri merupakan proses belajar yang paling efektif bagi tipe Se. Bentuk-bentuk latihan yang mengulang merupakan cara yang sangat baik untuk memfungsikan myelin-nya. Se- makin sering dilatih semakin banyak myelin yang berkembang maka kemahirannya akan semakin meningkat. Memberikan terpaan pengalaman yang spesifik membuat orang Se dengan kemampuan fisik yang berbasiskan myelin membuat orang Se memiliki tarif yang tinggi.
Cara yang paling jitu untuk mendorong tipe Se adalah dengan memberikan insentif berupa sesuatu yang nyata (tangible). Insentif ini harus dirancang sedemikian rupa supaya terukur, karena kalau diberi- kan sedikit sudah bisa kenapa harus banyak-banyak. Proses motivasi pada tipe Se ini sesungguhnya mudah karena cukup dengan memberi- kan materi. Namun yang paling penting perlu diukur jumlah dan wak- tunya yang tepat.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini, yaitu ekonomi, sport, kemiliteran, perhotelan, sejarah. Selanjutnya da- pat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: ahli keuangan, ahli bahasa, bisnis transportasi, pedagang, entertainer, bankir, pertanahan, dokter, jurnalis, keartisan, manufacturing, pilot, pramugari, model, aktor/artis,salesman, perkebunan, pertanian, pe- ternakan, administrasi, sekretaris, pustakawan, operator, pegawai/staff, penyanyi, pekerja pabrik, security, pelukis naturalis, fotografer, camera- man, presenter, penari, pekerja lapangan dalam berbagai sektor, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini pro- fesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Se adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: mengingat, otot, rajin, dan tercetak. Artinya juru- san atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang me- merlukan daya ingat, memerlukan otot, dan mengandalkan faktor rajin untuk menguasainya, serta mudah membentuk dirinyaibarat mencetak
lilin oleh jurusan atau profesi yang dipilihnya, karena tipe Se memang sangat bergantung pada tempaan lingkungannya.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Se memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: tahan banting seperti laki-laki tetapi manja seperti perem- puan, eksposure petualangannya luas namun internalisasi kedewasaan lambat, seperti pemberani padahal sebenarnya kerdil, menjadi pen- damping yang mudah disenangkan namun tidak mudah dibuat jatuh cinta, pembawaan terkesan lembut padahal suaranya sering meleng- king, susah memulai kerja tetapi jika sudah mulai kerja determinasinya kuat, dermawan tapi boros sebagai penikmat, mengharapkan kepas- tian tetapi cepat merasa tersudut dan kemudian kabur. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka se- cara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Tipe Se sesungguhnya calon orang kaya, karena memiliki kemis- tri terhadap harta. Hanya saja, untuk mendapatkannya tipe Se harus mampu menangkap setiap peluang yang datang. Jika ingin berhasil meraih harta dengan baik maka tipe Se harus mencari LADANG untuk menanam uangnya. Keuletannya untuk memanfaatkan setiap kesem- patan yang datang ibarat berladang secara musiman. Kejeliannya un- tuk menangkap setiap peluang yang datang membuat ia begitu cekatan jika berbisnis dari proyek ke proyek. Ladang itu biasanya lebih berupa aset fisik, properti, franchise, atau infrastruktur yang dikelola untuk menghasilkan pemasukan uang secara rutin.

Penjelasan Hasil Tes Sensing Introvert (Si)

beni badaruzaman

Penjelasan Hasil SENSING INTROVERT
Si adalah singkatan dari Sensing introvert. Jika huruf S berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan S adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Si su- dah menjadi identitas kepribadian. S ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Sensing introvert adalah jenis kepri- badian yang berbasiskan kecerdasan lima-indera yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Kepribadian Si ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan mengingat yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan ingatan atau disebut MQ (Memory Quotient).
Sistem operasi pada tipe Si berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kiri atau disebut sebagai limbik kiri. Pada limbik kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan putih yang le- taknya di bagian dalam. Limbik kiri putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Si.
Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung dendrit lebih banyak. Kerapatan yang le- bih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam keluar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi seolah tidak bisa diam ingin selalu bergerak karena sumber bioritmiknya lebih dinamis.
Mesin kecerdasan S sesungguhnya identik dengan otot. Mereka memiliki otot yang kuat. Otot yang kuat itu disebabkan karena orang S memiliki otot merah tempat menyimpan tenaga aerobik. Tentu saja otot itu mesti sering digunakan supaya otot berkembang menyimpan tenaga aerobik yang lebih banyak. Tipe Si terlebih lagi karena ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya menyebabkan Si seperti memiliki tenaga yang kuat. Selain memiliki bentuk (konstitusi) fisik yang atletis besar (bongsor) juga orang Si memiliki kemahiran fisik yang ditunjang oleh motorik kasar.
Otot memiliki kemampuan mengingat yang disimpan pada bagian sel otot yang disebut dengan myelin.Otot yang terlatih memiliki myelin yang lebih berharga. Kelebihan orang S justru terletak di harga myelin- nya yang lebih terlatih.
Disebabkan fungsi otot, tipe S lebih senang jenis pekerjaan yang memerlukan keuletan karena mereka memiliki stamina yang lebih he- bat. Kemudian digabungkan dengan kecerdasan yang berbasiskan pan- ca indera, maka fungsi otot akan membuat tipe S menyukai pekerjaan berkeringat. Hal itu juga yang membuattipe S memilih peran sebagai pemain yang berada di lapangan atau di panggung dibandingkan dengan menjadi orang di belakang layar.
Jika tipe S nya dikemudikan dari dalam menjadi tipe Si akan mun- cul sifat lebih percaya diri. Hal itu membuat Si menyukai sebagai orang yang tampil dan berperan sebagai pemain (player), pada satu diantara berbagai aktivitas yang ditekuninya. Seperti menjadi atlit, penyanyi, ar- tis, pekerja, atau kalau pun menjadi pengusaha maka ia akan ikut turut tangan menangani bisnisnya.
Jenis Si memiliki kelebihan yang otomatis berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa efisien. Memperlakukan pekerjaannya dengan output per input yang bagus. Pekerjaannya mesti efisien. Cara mem- belanjakan pengeluaran begitu hemat. Termasuk dalam berbagi pun tipe Si sangat hemat. Daripada disuruh berbagi terlalu besar tipe Si memilih membantu dengan cara lain yang mengeluarkan tenaganya. Ia menolong orang dengan keuletannya.
Berkat rajin dan tidak mudah lelah tipe Si memiliki jumlah koneksi hubungan sosial yang banyak. Jumlah relasi yang dikunjungi atau dihubungi tiap harinya lebih banyak dibanding tipe yang lain. Tipe Si memiliki target mendapatkan koneksi dari semua haluan yang diper- lukan untuk merampungkan tugasnya atau menjual semua dagangan- nya. Setelah menanam benih usaha dibanyak tempat kemudian tipe Si tinggal berharap dapat panen. Dalam pikiran tipe Si atas semua jerih payah yang dilakukannya kemudian ia berharap dapat panen memetik hasilnya.
Pengulangan atas apa yang dilakukannya membuat orang Si memi- liki merek yang menempel pada dirinya yaitu sebagai orang yang sukses menghasilkan kuantitas yang besar. Merek tipe Si dikenal sebagai orang yang selalu berjaya memperbesar skala volume kinerjanya. Misalnya jika memilih bisnis transportasi, tipe Si selalu berhasil memperbanyak penumpang. Jika ia menjadi ahli bahasa maka jumlah perbendaharaan kata yang berhasil direkam jumlahnya begitu mengagumkan.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Si mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: adventurous, playful, demonstrative, generous, repeti- tious, show offs, inoffensive, endurance, deterministic, dan steady (ba- hasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Jika seorang Si ingin memperbaiki cara belajarnya lakukan dengan merekam perbendaharaan istilah atau kata-kata (vocabulary) baru. Se- tiap istilah atau pelajaran diulang-ulang dengan membahasakan kem- bali dengan cara yang bervariasi. Juga menjadi penting menggunakan alat peraga karena penampakan secara visual akan memperbanyak rekaman informasi yang ke ingatannya. Bahkan perlu alat peraga itu
dimainkan supaya mendapatkan pengalaman. Mencoba langsung dan mengalami sendiri merupakan proses belajar yang paling efektif bagi tipe Si. Bentuk-bentuk latihan yang mengulang merupakan cara yang sangat baik untuk memfungsikan myelin-nya. Semakin sering dilatih semakin banyak myelin yang berkembang maka kemahirannya akan se- makin meningkat. Belajar sambil bergerak justru akan membuat orang Si menjadi lebih nyaman. Dan mereka dapat memperpanjang masa belajarnya jika mereka melakukannya sambil bergerak.
Cara yang paling jitu untuk membangkitkan motivasinya untuk belajar dan bekerja yaitu jika diberi sparring (teman berlatih yang seka- ligus menjadi pesaingnya), karena tipe Si sangat memerlukan ‘tarikan nyata’. Mereka tidak bisa dimotivasi menggunakan pesaing imajiner, karena kecerdasan indrawinya hanya akan bekerja jika pesaingnya nya- ta. Semakin mereka mau naik kelas semakin tinggi pula level sparring yang mesti dihadirkan.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini, yaitu industri keuangan, bahasa, transportasi, perdagangan, hiburan. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: ekonom, atlit, tentara, bisnis perhotelan, sejarawan, bankir, pertanahan, dokter, jurnalis, keartisan, manufacturing, pilot, pramugari, model, aktor/artis, salesman, perkebunan, pertanian, pe- ternakan, administrasi, sekretaris, pustakawan, operator, pegawai/staff, penyanyi, pekerja pabrik, security, pelukis naturalis, fotografer, camera- man, presenter, penari, pekerja lapangan dalam berbagai sektor, dan lain-lain. Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Si adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: mengingat, otot, rajin, dan tergerak. Artinya jurusan atau pro- fesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya ingat, memerlukan otot, dan mengandalkan faktor rajin untuk menguasainya, serta tergerak dengan sendirinya karena tipe Si memang terpanggil dijurusan atau profesi tersebut.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Si memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: penuh ambisi namun mudah patah,penurut namun muncul rasa persaingan,berjiwa pesiar namun ingin selalu didampingi sparringnya, menjadi kamus atas segala problematika namun terkadang ‘blank’, cenderung kronologis dan fakta-sentris meski terkadang seperti bola liar dan tiba-tiba meyakini telepati, pelakon yang percaya diri namun terka- dang menjadi pencemas, memang ulet dan tersusun namun disertai dengan bawel seperti Mr. Printilan. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Tipe Si sesungguhnya calon orang kaya, karena memiliki ke- mistri terhadap harta. Hanya saja, untuk mendapatkannya tipe Si harus mengejar harta tersebut dengan keuletannya. Jika ingin berhasil meraih harta dengan baik maka tipe Si harus mencari PANGGUNG untuk me- ningkatkan produktivitasnya. Keuletannya tidak dilakukan secara mem- babi-buta, melainkan sejak dini menset-up panggung agar dirinya dapat tampil untuk memamerkan kebolehannya. Untuk mendapatkan pang- gung tersebut ia mesti menata dari bawah sampai ia akhirnya mencapai
level tertinggi dari permainan panggungnya. Panggung disini tidak se- lalu berarti panggung pertunjukan, meskipun itu memang menjadi ke- utamaannya, namun panggung ini bisa dengan makna yang lebih luas. Termasuk di dalamnya panggung bisnis. Misalnya ia berhasil memper- tontonkan kemahiran pengelolaan uang investor dengan pulangan in- vestasi (ROI) yang aman dan mengagumkan. Bisnis investasi dijadikan panggungnya melalui kemampuan pengelolaan keuangan yang efisien dan terpercaya. Sehingga setelah dipertontonkan membuat banyak pihak tertarik untuk mempercayakan investasi kepadanya. Sebut saja karena ia punya panggung berupa bank atau lembaga keuangan.

Rabu, 26 Maret 2014

Dulu Masalah, Sekarang ANUGERAH

STIFIn Banten
Salam SuksesMulia! Assalamu’alaikum Wr. Wb. Semoga kesehatan, damai, keberkahan selalu Allah SWT limpahkan kepada sahabat pembaca sekalian, Aammiin. Apa kabar anda hari ini??? Jawabannya? Pinteeer,, SuksesssMuliaa.... Aammiin.

Kali ini saya Rizal Muharam, ingin berbagi sedikit pengalaman di keluarga kami yang mungkin saja ada diantara anda yang mengalami masalah yang mirip – mirip hehe.. apa itu? Siapa diantara anda yang punya masalah  kesulitan mengendalikan kebiasaan “buruk”? baik kebiasaan “buruk” yang dialami diri sendiri atau pun mungkin kebiasaan “buruk” yang menjangkit putra – putri anda? Kata buruk sengaja saya kasih tanda petik mengapa karena baik dan buruk adalah menurut siapa? Buruk buat seseorang belum tentu buruk buat orang lain betul atau benar? ;) kadang kita terlalu cepat menilai sebuah perilaku itu buruk dan menjadikan hal tersebut adalah masalah besar buat kita, padahal pernahkah kita bilang “oo ternyata ini hikmahnya aku (dulu) dikasih masalah itu” pernah? Saya pernah bahkan sering. Terlepas dari setuju atau tidak terhadap interpretasi pembuka dari saya tadi, ada baiknya kita simak pengalaman berikut. Yukk

Saya anak pertama dari 3 bersaudara yang semuanya ganteng – ganteng haha bahkan kedua adik saya jangkung – jangkung (baca: tinggi) terusannya bisa diterka? Yes! Cuma saya sendiri yang kurang tinggi hehe.. Hasil tes STIFIn sangat membantu saya untuk menentukan peran masing – masing crew di perusahaan keluarga kami. Adik saya yang pertama namanya Hadid Febriza hasil tes STIFIn Sensing ektrovert (Se) saat ini menekuni bidang bahasa Jepang dan menjadi personel Quality Control di perusahaan keluarga, adik saya yang ke – 2, Rahman Adiyasa, biasa dipanggil Yasa hasil Tes STIFIn Feeling Ekstrovert (Fe). saat ini usianya 20 tahun (02 April 2014) seorang mahasiswa fakultas hukum di universitas negri terpopuler di Serang Banten :) memiliki hobi menekuni kegiatan dunia maya (online).

Dulu saat masih menjadi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) adik saya tumbuh menjadi anak yang baik Alhamdulillah cuma ada sedikit perilaku yang lumayan sering bikin orang tua kami kesal bukan main, katanya sedikit tapi sering hahaha.. kebiasaan itu adalah bolos sekolah alias mabal atau versi panjangnya dari rumah judulnya sekolah tapi nyatanya belok, hah? Belok kemana? Belok ke warnet main game online. Kaya sok iye, pulang sekolah siang hari sambil teriak ala anak-anak seusianya “mah bikini mie (mie instan) asa (panggilan Yasa) laper pulang sekolah” hmm tok tok.. padahal mah pulang dari warnet :(  Kenakalan ini dilakukan beberapa kali namun dengan trik, sehari masuk sekolah sehari belok ke warnet, dengan cara itu sang guru dikelabui dengan absensi adik saya, gak tau juga kenapa, akhirnya seperti kata pepatah “sepandai – pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga” apalagi gak pandai melompat hehe. satu hal yang saya ingat betul, waktu itu kedua orang tua kami punya side job menjadi “Polisi warnet” yang kerap kali melakukan razia mendadak. suatu ketika adik saya Yasa pernah tertangkap tangan sedang  main game online di sebuah warnet yang letaknya tidak jauh dari sekolahnya, habislah ia dimarahi oleh orang tua kami huaaaaaa...

Perilaku “belok” tersebut kami yakini hingga saat ini menjadi wasilah pintu gerbang adik saya berkenalan dengan dunia maya yang kini sangat akrab ia tekuni, apakah perilaku tersebut buruk? Mungkin sebagian besar dari kita, apalagi jika anda seorang orang tua yang kebetulan memiliki masalah yang sama akan berkata BURUK.. mau jadi apa itu anak!! Hehe *dramatisir dikit*. Jika saya menjadi anda pun saya akan memiliki perasaan yang sama, kesal, emosi, dongkol, udah disekolahin malah kaya gitu argghhhhh..

Sejenak kita beralih ke kisah lain dulu, dalam dunia NLP (Neuro Linguistic Programming) atau ilmu pemberdayaan diri melalui bahasa pikiran yang pernah saya pelajari ada sebuah teknik yang powerfull yang dinamakan “Reframing” atau membingkai ulang sebuah masalah sehingga muncul makna baru yang lebih positif, sebutannya “Seni mengubah makna”, saya kasih contoh sedikit, jika ada orang tua yang mengeluhkan “anak saya ini banyak omong, pusing ladeninnya, capek” makna kalimat orang tua tersebut mengandung masalah. Lalu bagaimana cara merefreamnya? Ada 2 cara yang bisa digunakan, namun kali ini saya hanya akan membagiakan satu saja ya, lho kenapa? Bentar lagi pemilu soalnya, what? Apa hubungannya? Yeee,,, Ada Uang Ada Suara hahhh :p. kembali ke laptop, anda yang mengerti seni mengubah makna bisa berkata kepada orang tua tersebut, “wah bagus dong, nanti besarnya jadi komunikator ulung seperti presiden Barack Obama” bisa dirasakan perubahan maknanya? Masalah (saat ini) bisa menjadi Harapan (Masa depan) see? ;) insya Allah orang tua tersebut bisa lebih menerima sikap bawel anaknya.

Kembali ke cerita adik saya, terlepas dari baik atau buruknya penilaian kami sebagai kakak dan orang tuanya tapi sejak tahun 2011 – sekarang adik saya menjadi faham tentang dunia online bahkan mahir membuat website toko online yang saat ini Online shop merebak dimana – mana, Alhamdulillah dari keahliannya ia bisa membantu ekonomi keluarga dan memiliki laptop hasil dari keringatnya sendiri, speknya? Mampir aja dah kerumahnya. Menurut kakanya mah laptopnya kereeenn hehe.. beberapa karya adik saya misalnya www.SabunNaturalKalia.com; www.KlinikTerapiPikiran.com ; www.iOn-Spray.com ; www.RizalMuharam.com bahkan artikel yang saat ini sedang kita baca, website www.StifinBanten.com adalah hasil karya adik saya yang di poles oleh om Beni @beni_be penulis buku best seller “BrainGeneticts” sekaligus trainer dari Rumah STIFIn Banten. Dua tahun lalu adik saya juga dipercaya untuk mendesign website milik KPU Provinsi Banten www.KPU-BantenProv.go.id menuju 09 April 2014, Alhamdulillah yaa.. jangan lupa tentukan pilihan anda ya ^_^ yang pasti jangan pilih saya karena saya nggak nyalon hohohooo
kontrak kerja website KPU Banten

Dulu Masalah Sekarang Anugerah, mungkin kita belum tahu rencana Tuhan dibalik masalah – masalah kita saat ini, yang pasti Dia tidak ingin anda hanya numpang lewat selama didunia ini, akhir kata, mari kenali diri kita, fokus dan optimalkan jadilah pribadi Sukses yang senantiasa menebar manfaat, Aammin