Kamis, 20 Desember 2012

STIFIn Banten PIN Merchandise

beni badaruzaman
Dear STIFIner's, kali ini kami menawarkan atribut Rumah STIFIn Banten atau Merchandise. Merchandise kali ini kami tawarkan adalah PIN dengan aneka design yang bertema STIFIn dan Motivasi.

Untuk pemesanan bisa menghubungi promotor (lihat CONTACT US) terdekat di tempat anda.

Berikut Kami lampirkan design PIN dengan ukuran 44m

Senin, 17 Desember 2012

Tabung EPOS

beni badaruzaman

"Loh kok dikasih tau sih pak! " protes karyawan saya.

"Hmmm.... ada satu pelajaran disini"

"usaha kita ini tidak murni jual barang saja "

"bisa melayani dan memuaskan kebutuhan pelanggan adalah yang utama" lanjut saya

"Ga usah watir, klo emang rezeki itu jatah kita, pasti tidak akan kemana-mana."

"Jika pelanggan kita nyaman dengan pelayanan kita, dia tuh gak akan kemana-mana"
"Pasti dia tuh balik lagi ke kita"

Itulah obrolan singkat dengan salah satu karyawan design di tempat saya.
Sebelumnya ada pelanggan yang akan memesan undangan yang lumayan banyak sih. Cuma mintanya harus segera. Kondisi tidak memungkinkan, karena yg biasa ngurus undangan lagi berhalangan. Saya sendiri harus meluncur ke Jakarta untuk satu urusan. Trus saya kasih tahu bahwa kalo memang perlu cepat, saya tunjukan alamat, saya kasih tahu juga caranya berikut harganya.

Efek dari itu, segala urusan yg saya harus selesaikan, Beres semuanya tanpa ada hambatan ......
Ternyata dibayar kontan .....

Nah kita tinggal tunggu deh hasil kebaikan-kebaikan yg kita tebar, ada yang dibayar kontan, ada yang nanti, atw nanti anak cucu kita yang baru nikmati hasilnya.

Bahasa Kerennya adalah Tabung EPOS - Energi Positif -, kalo kita nabung, maka suatu saat kita bisa ambil tuh tabungan kita, kapan saja..

Allah SWT Maha Tahu mana yang terbaik.

Mau gampang urusan? Gampangin urusan orang lain !!!
Alhamdulillah, Ilmu Allah itu bertebaran dimana-mana.....

Kragilan, 17 Des 2012 

Work Life Balance itu Kebohongan

beni badaruzaman
By Jamil Azzaini

Banyak nasihat indah yang sebenarnya tidak bisa dikerjakan. Padahal yang utama dari sebuah nasihat adalah bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Percuma kata-kata indah terangkai dalam bentuk nasihat namun tidak bisa dikerjakan. Alih-alih bisa dilaksanakan, nasihat itu malah menjadi beban bagi penerimanya.

Salah satu nasihat yang sering kita dengar adalah hiduplah yang seimbang atau bahasa kerennya “work life balance”. Cobalah bertanya kepada si pemberi nasihat, apakah ia sudah menjalani hidupnya dengan seimbang? Dugaan saya, ia akan menjawab tidak.
Konsep work life balance itu mengacu kepada pembagian waktu yang seimbang antara berbagai kepentingan. Padahal faktanya, prioritas hidup orang setiap saat berubah. Sesuatu yang diprioritaskan pasti akan menyita waktu yang lebih banyak dibandingkan kepentingan yang lainnya.
Selain itu, work life balance sangat ditentukan faktor luar. Misalnya, saat kita berkomitmen ingin berkumpul dengan keluarga, tiba-tiba jalanan macet total di segala arah. Dalam kondisi seperti ini, nasihat agar kita work lifa balance justru menjadi beban yang menyiksa.
Gantilah nasihat work life balance menjadi “curahkan energimu”. Apa maksudnya? Fokus dan nikmatilah saat Anda melakukan sesuatu. Saat bekerja atau berbisnis kerahkan semua energi untuk melakukan yang terbaik. Hindari tubuh Anda di tempat kerja tetapi pikiran dan tindakan Anda melayang jauh dari pekerjaan.
Begitu pula saat bersama keluarga, curahkan energi Anda untuk memberikan yang terbaik. Singkirkan gadget, smartphone dan sejenisnya saat keluarga Anda mengajak bicara dan bermain. Kerahkan energi Anda untuk melayani dan memberi yang terbaik. Hindari, tubuh Anda bersama mereka tetapi tangan dan pandangan Anda ke “produk-produk teknologi” yang Anda bawa.
Ketika Anda “bercengkrama” dengan Sang Maha, kerahkan semua energi untuk menghadap kepada-Nya. Hindari, tubuh Anda melakukan gerakan-gerakan ibadah namun pikiran dan hati Anda melayang jauh ke tempat atau aktivitas yang berbeda. Ketahuilah, Dia bukan hanya melihat tubuh Anda tetapi mengetahui isi kepala dan hati Anda.
Fokus dan nikmatilah kegiatan Anda tanpa terbebani dengan nasihat work life balance. Namun, tetap sadarilah bahwa hidup bukan hanya tentang diri Anda tetapi juga tentang keluarga, negara, agama dan juga lingkungan Anda…
Salam SuksesMulia!

Rabu, 12 Desember 2012

RSB EnterTRAINment 2013

beni badaruzaman
Dalam menjalani kehidupan, kita sering dihadapkan dengan berbagai macam masalah seperti, apa yang kita kerjakan saat ini belum sesuai dengan pilihan hati, ingin mempelajari hal baru tapi sulit menyerap ilmunya, ingin selalu mengerti pasangan tapi tidak pernah mempunyai pemikiran yang sama, dan masih banyak lagi masalah lainnya. 

Apa itu EnterTRAINment?
adalah sebuah kolaborasi cantik antara ‘training’ yang berisi, dan ‘entertainment’ yang menghibur. Sebuah revolusi termutakhir dalam dunia pengembangan diri yang kami rancang sebagai jalan yang ringan, dekat, dan menyenangkan untuk menghadirkan kehidupan terbaik Anda.

Siapakah yang harus ikut pelatihan ini?
Wanita yang ingin sukses berkarir sekaligus menjadi istri dan ibu yang terbaik; pengusaha yang ingin melipatgandakan hasil usaha sekaligus menjadi sumber manfaat bagi sekitarnya; profesional yang ingin melejitkan semua potensi yang ada dalam dirinya; pejabat yang ingin menjalankan amanah yang diembannya dengan maksimal; ibu rumah tangga yang ingin mempersembahkan kehidupan terbaik untuk suami dan anak-anaknya; semua orang yang ingin menikmati kehidupan terbaiknya.

INGIN TAHU BAGAIMANA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN ANDA? DATANG LANGSUNG KE STIFIN ENTERTRAINMENT EVENT. ANDA AKAN DIARAHKAN MENUJU BAKAT ALAMI ANDA.

  • Dapatkan 2 Buah Voucher Umroh Senilai @ Rp. 3.5 Juta bagi pemegang ticket.  dari Arminareka Perdana - Ibu Ala Perwakilan Serang
  • Dapatkan Potongan Harga TES STIFIn Senilai Rp. 50.000,- 
  • Potongan 25 % uang muka Umroh  dari Arminareka Perdana - Ibu Ala Perwakilan Serang


Hari & Tgl :  Sabtu, 12 Januari 2013
Waktu :  08.00 - 12.00 WIB
Tempat :  Studio BARAYA TV - Graha Pena
                   Jl. Letnan Jidun No.7 Kepandean
                   (Lingkar Selatan - Serang - Banten)


Pilihan Profesi, Ikut Ortu atau Pilih Sendiri

STIFIn Banten
KOMPAS.com - Ada masa ketika anak memilih jurusan atau mengikuti profesi orangtuanya jadi kebanggaan keluarga. Dalam pertemuan keluarga besar, orangtua biasanya saling menanyakan pilihan profesi anak masing-masing. Mereka umumnya memuji anak yang memilih jurusan sesuai profesi sang ortu.

Apalagi, jika terkait dengan penerus usaha sukses mereka, entah di firma hukum, kantor akuntan, kantor notaris, atau apotek.

Saat ini, sekalipun ada banyak profesi baru, ada banyak orang yang tetap ingin berprofesi seperti orangtuanya. Apakah itu menjadi dokter, akuntan, pengacara, atau dosen. Tentu saja pilihan seperti itu tidak salah. Namun, kita sah-sah saja, kok, kalau memilih profesi yang berbeda dengan profesi ayah dan ibu.

Toh, sekarang banyak profesi yang dahulu terbayang dan terpikir oleh ortu kita pun tidak. Mulai dari profesi desain grafis dengan banyak spesialisasi, pengamat sosial media, disc jockey (penata lagu), koki, hingga penari profesional.

Sejalan dengan gaya hidup yang terus berkembang, kreasi baru, baik itu profesi maupun produk, ikut bermunculan.

Terinspirasi

Banyak di antara kita yang kuliah memilih jurusan karena terinspirasi profesi ortu. Sebut saja seperti yang terjadi pada kakak beradik Drey dan Rendi, warga Tangerang, Banten.

Berawal dari setiap hari melihat kebiasaan sang ibu yang berprofesi sebagai dokter, Rendi memilih bidang yang sama dengan ibunya. Rendi juga mengikuti jejak kakaknya, Drey, yang lebih dahulu masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta.

”Aku baru semester pertama. Kakak lebih dulu satu tahun kuliah di kedokteran. Bukan karena ikut-ikutan dengan kakak, tetapi memang ingin menjadi dokter seperti mama. Aku juga suka pelajaran Biologi,” ujar Rendi yang sejak SD ingin jadi dokter.

Kesamaan bidang dengan ibu yang dokter umum dan kakaknya membuat Rendi sering berdiskusi tentang hal terkait dengan kedokteran. ”Kalau sekarang masih semester satu, mata kuliahnya belum terlalu susah, masih banyak teori. Enak juga pakai buku kuliah punya kakak,” ujar Rendi.

Agak berbeda dengan ibunya, Rendi ingin menjadi dokter spesialis. Hanya saja, dia belum menentukan sekarang. ”Konsentrasi dulu di kuliah kedokteran umum. Ke depan, aku ingin jadi dokter spesialis, tetapi belum tahu spesialis apa,” katanya.

Sementara Iqbal Ramadhani, mahasiswa Jurusan Teknik Komputer Jaringan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, memilih bidang berbeda dengan ayahnya yang pengusaha dan ibunya, seorang guru SMP.

Awalnya, ibunya meminta Iqbal kuliah di jurusan keguruan, tetapi karena tak sesuai dengan minatnya, tawaran itu ditolak. ”Dulu aku mau pilih bidang kesehatan, tetapi mendapat beasiswa di jurusan teknik komputer, ya, aku ambil saja. Kebetulan aku juga hobi komputer,” ujar Iqbal, yang mendapat beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rencananya, Iqbal akan meneruskan kuliah di Institut Teknologi Bandung setelah lulus dari pendidikan diploma tiga. ”Aku ingin melanjutkan ke teknologi informasi untuk bidang kesehatan. Mudah-mudahan bisa dapat beasiswa lagi,” harap Iqbal.

Pilihan Rendi dan Drey berjalan mulus, kebetulan pula kakak beradik itu punya niat kuat untuk tekun belajar di fakultas kedokteran. Iqbal juga beruntung. Walau memilih bidang berbeda, ayah-ibunya memberi keleluasaan, bahkan tetap mendukung keperluan anaknya itu.

Kisah berbeda dialami Bayu, mahasiswa perguruan swasta di Jakarta. Dari awal, dia meminati bidang visual komunikasi desain, tetapi ayahnya menentang keras. Begitu lulus SMA, ayah Bayu minta ia memilih jurusan akuntansi, tidak boleh kuliah di jurusan lain.

”Sering terjadi perdebatan karena ayahku tak mau mendengar alasanku. Pokoknya keinginannya harus aku ikuti,” tutur Bayu, yang mengalah dan kuliah di jurusan akuntansi.

Karena bukan jurusan idaman, motivasi belajarnya tak maksimal. ”Ya gimana, aku dari awal enggak pengin ambil jurusan ini,” lanjut cowok yang memiliki IP 2,7-2,9 itu.

Jangan larut

Psikolog pendidikan Harini Tunjungsari tak menyalahkan sikap seperti ditunjukkan Bayu. Namun, dia menyarankan, mereka yang punya masalah seperti itu sebaiknya tak larut dalam kekecewaan.

Untuk tetap bisa dekat dengan minatnya tadi, Kepala Bagian Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta itu menyarankan agar Bayu menjadikan bidang visual komunikasi desain sebagai hobi. Selain itu, ia juga perlu mengikuti kegiatan kemahasiswaan serta menjadi volunter kegiatan sosial untuk menambah wawasan, keterampilan, dan jaringan. ”Suatu saat pengalaman itu pasti akan berguna,” katanya.

Pengalaman itu penting karena pilihan pekerjaan setelah lulus bisa saja berbeda dengan jurusan di kuliah. Lagi pula, mereka yang memiliki pengalaman berorganisasi biasanya lebih cepat mendapat pekerjaan.

Menurut Harini, orangtua zaman sekarang harus mengikuti perkembangan agar wawasan bertambah karena profesi terus berkembang. ”Orangtua harus bersedia mendengarkan anak. Di situlah pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan anak sehingga ada keterbukaan anak kepada orangtua dan sebaliknya,” tuturnya.

Sepengetahuannya, tidak ada kecenderungan profesi ortu memengaruhi pilihan anak. Dan, sudah seharusnya orangtua memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih profesi yang diinginkan.

Masa ideal memilih jurusan atau profesi, lanjut Harini, adalah saat penjurusan di SMA. Itulah waktunya orangtua mendengarkan keinginan anak. ”Banyak kejadian, anak lulus SMA tidak tahu akan mengambil jurusan apa sehingga asal kuliah saja. Itu sebabnya, lebih baik ketika penjurusan, ortu berkomunikasi mendiskusikan hal tersebut kepada anaknya,” katanya. Jika saat SMA sudah jelas keinginan si anak, ortu tinggal mengikuti dan memfasilitasi.

Ada kalanya ortu tak mendukung karena kamu tak bisa meyakinkan ortu tentang pilihan jurusan atau profesinya. Dalam hal seperti itu, kamu harus menjelaskan profesi yang ingin dipilih sekaligus menunjukkan minat dan semangat tinggi untuk menggapai cita-cita itu.

Apabila kamu konsekuen pada pilihan, pasti ortu mendukungmu. Keterbukaan dan komunikasi kedua belah pihak memang kunci utama yang harus dilakukan demi pilihan yang terbaik bagi muda-mudi kayak kamu.(SIE/TRI)

SARAN STIFIn :
Manfaatkan energi dan waktu Anda untuk mengembangkan mesin kecerdasan Anda sendiri. Cukup fokus pada hanya 1 (satu) mesin kecerdasan anda. Jenis kecerdasan yang lainnya tidak perlu didisain tersendiri, cukup manfaatkan proses interaksi sosial dan belajar mengembangkannya secara in-promp-to. Jika disain hidup Anda sudah fokus pada kekuatan utama Anda maka otomatis akan lebih mudah sukses. Tidak hanya itu Anda pun akan merasaenjoy, karena apa yang Anda kerjakan tersebut adalah panggilan jiwa. Seperti bahasa gaul: ‘ini gua banget’. 


Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/12/10120476/Pilihan.Profesi..Ikut.Ortu.atau.Pilih.Sendiri 

Selasa, 11 Desember 2012

Salah BAKAT, RUGI 300 Juta Dollar

STIFIn Banten
Assalamu’alaikum sahabat Hebat! Salam SuksesMulia buat anda yang meluangkan waktu untuk membaca buah pikiran kami sekarang, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, rezeki yang halal dan kebahagiaan hidup untuk anda dan keluarga. Aammiin.

Pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi kepada sahabat sekalian, tentunya bukan berbagi ‘ikan’ namun kami ingin berbagi ‘pancing’ agar kapanpun sahabat merasa lapar, anda bisa gunakan ‘pancing’ tersebut untuk mendapatkan ‘ikan-ikan’ sebanyak yang sahabat inginkan. Setuju?? Katakan ‘Pancing’ emangnye pilem Dora the Explorer hehe..

Sebelum kita bahas, apakah anda sudah merasa yakin dengan apa yang anda lakukan sekarang? Apakah anda sudah mengenali Potensi Terbaik dari diri anda? Kalo belum segera temukan mutiara itu, mutiara yang akan membuat anda bersinar layaknya sang “bintang terang”.

Sering sekali kami bertemu dengan rekan-rekan yang sangat ingin mengetahui potensi dirinya lewat Tes Finger Print STIFIn namun tidak sedikit juga yang akhirnya mereka menunda melakukannya dengan berbagai alasan, apakah sahabat juga mengalami kisah yang sama?. Well hidup ini pilihan *muka bijaksana*, itulah mengapa Allah SWT menciptakan SURGA dan NERAKA, agar manusia bisa memilih, mungkin itu salah satu alasan sang Maha Pencipta. By the way apa sih Untungnya? Apa sih Ruginya? Jika kita mengenal potensi diri sejak sekarang? Bukan sejak dini ya, dini mah anaknya bu RT.. hehe. Apa Kerugiannya jika ditunda?

Dalam sebuah tayangan televisi kami pernah menyaksikan sebuah acara yang sangat menginsipasi, waktu itu temanya “From Batam with Love” yang merupakan tema acara Mario Teguh Golden Ways disiarkan di Metro TV. Dalam sebuah dialog om Mario dengan seorang pedagang Jasa Foto Keliling disana, kami mengutip nasihat super dari om Mario Teguh bahwa “orang jepang menganut prinsip sukses 10 Tahun” artinya sesorang dikatakan Expert atau ahli dibidangnya karena telah melewati 10 Tahun latihan terdesain. Mungkin sahabat pernah mendengar faktor 10.000 jam latihan?. Faktor 10.000 jam yang membuat seorang bintang Golf profesional Tiger Woods dibayar dengan harga yang WOOOOWW!! Sambil Koprol.. haha..

Pertanyaannya adalah, jika hari ini kita belum menemukan Potensi terbaik dari diri kita, kapankah faktor 10.000 jam itu terjadi? Sukses ternyata tidak mudah, apalagi perlu penggemblengan secara masif. Jika yang kita lakukan sekarang adalah bukan berasal dari suara hati terdalam (bakat) maka akan sangat sulit dan letih sekali melewati 10.000 jam latihan, masuk akal? Faktor 10.000 jam latihan terdisain hanya akan terjadi jika kita telah menemukan “bintang terang” itu sekarang, dengan kata lain sekarang adalah hari pertama kita menuju 10.000 jam, hari pertama anda menyiapkan “karpet merah” anda.

Orang Barat berucap “Time is Money” atau waktu adalah uang. Yuk coba kita konversikan waktu 10.000 jam atau 10 Tahun itu dengan nilai uang:

86.400 detik/Hari  X 365 Hari/Tahun X 10 Tahun 
=
315. 360. 000 Detik
Seumpama 1 detiknya kita dibayar USD 1,- Maka
315. 360. 000 Detik x USD 1,- / Detik
USD 315. 360. 000

Salah BAKAT, Rugi 300 Juta Dollar, bagi kami angka itu sangat besar, jika dikonversi ke rupiah maka jumlahnya sangat sangat besar dan, itu baru dinilai dengan uang, ahh uang bisa dicari, bagaimana investasi tenaga, keringat, pikiran, perasaan, pengorbanan yang sudah dikeluarkan? Waktu 10 tahun berlalu namun ternyata selama ini bukan bakat anda yang dilatih melaikan kekurangan anda. Yang lebih kasihan lagi, bayangkan dan pikirkan apa yang terjadi dengan diri kita seandainya kita baru menyadari ‘kesalahan’ ini saat memasuki usia yang sudah tidak produktif lagi? Perjalanan sudah jauh tapi ternyata “nyasar” satu kata.. “kasihan deh lo” *sambil goyang jari telunjuk didepan wajah* hehe. Bukan anda tentunya. jadi menunda 1 Hari (Mengenali Potensi Diri) artinya RUGI....?? Isilah titik-titiknya :)

Okeyy.. pertanyaan saya adalah “Apakah dengan mengenali potensi diri akan otomatis sukses?” *sambil pasang muka songong* hihi.. Oooppss.. di Dunia ini hanya ada satu hal yang pasti yaitu The End of The Day, yang kita bahas sekarang adalah ilmu Peluang bukan ilmu pasti lho. Apakah pasti saya jadi presiden? Tidak pasti, tapi MUNGKIN saya jadi Mentri, apakah pasti saya jadi mentri? Tidak pasti, tapi mungkiiin anda jadi Gubernur. Apakah pasti saya jadi Orang Terkaya Dunia? Tidak pasti juga, Tapi MUNGKIN saya dan anda menjadi orang Terkaya di Indonesia. Tidak pasti namun hal itu sangat M-U-N-G-K-I-N terjadi bagi pribadi SuksesMulia yang PERCAYA, berdoa, berusaha dan beramal baik, insya Allah.

Sebelum terlambat, segera kenali potensi hebat diri anda dan mulailah latihan terdesain 10.000 jam menuju Pribadi SuksesMulia, meminjam yel Amazing Life Coach in Asia sekaligus Penulis Buku Best Seller “Amazing You” by dr. Andhyka P. Sedyawan @AmazingMentor, Be Amazing and Amazing You!! Sekali lagi hidup adalah pilihan, pastikan anda hanya memilih yang terbaik untuk hidup anda, semoga. SuksesMulia selalu buat anda!

Artikel Terkait: